Jumat, 16 Agustus 2019

Perkuat Kemitraan Regional, Justika.com Ikut Luncurkan ASEAN LegalTech

Menjadi duta resmi yang mewakili ASEAN LegalTech di Indonesia.
Normand Edwin Elnizar
Arkka Dhiratara, CTO Hukumonline (kiri) dan Melvin Sumapung, CEO Justika saat meresmikan peluncuran ASEAN LegalTech di Indonesia, Rabu (14/8). Foto: NEE

Legaltech Justika ikut luncurkan ASEAN LegalTech di Indonesia, Rabu (14/8). Melvin Sumapung, CEO Justika, bersama Arkka Dhiratara, CTO Hukumonline, selaku duta ASEAN LegalTech untuk Indonesia memperkenalkan secara resmi ASEAN LegalTech. Keduanya adalah duta resmi yang mewakili ASEAN LegalTech di Indonesia.

 

Asosiasi ini membuka keanggotaan untuk individu, start up legaltech, firma hukum, divisi hukum perusahaan, instansi regulator, dan kampus hukum di Asia Tenggara. Tujuannya adalah membangun ekosistem yang saling menunjang pengembangan legaltech. “Agar mereka saling berjejaring dan berkolaborasi termasuk melakukan advokasi ke para pemangku kepentingan atas industri ini,” kata Melvin.

 

Rangkaian peluncuran resmi ASEAN LegalTech dilakukan bersamaan pada bulan ini di beberapa negara anggota yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Gagasan pendirian asosiasi regional ini telah dimulai sejak tahun 2017 hingga akhirnya berhasil memiliki duta resmi di tujuh negara Asia Tenggara pada tahun 2019 ini. Masing-masing berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Duta resmi untuk Indonesia diwakili oleh Melvin Sumapung selaku CEO Justika dan Arkka Dhiratara selaku CTO Hukumonline.

 

Penggagas ASEAN LegalTech tidak hanya berasal dari kalangan perusahaan legaltech. Beberapa pendiri justru berasal dari jaringan firma hukum seperti Hanim Hamzah dari ZICO Law, Michael Law dari Rajah & Tann Technologies, dan Andrew Stoutley dari Tilleke & Gibbins.

 

Melvin menyebutkan bahwa setidaknya telah ada 21 perusahaan legaltech di Indonesia. Sementara itu di skala regional Asia Tenggara tercatat sekira 88 perusahaan legaltech yang telah beroperasi.

 

Indonesia berada di posisi kedua terbanyak setelah Singapura yang memiliki 25 perusahaan legaltech. Justika termasuk salah satu perusahaan legaltech di Indonesia. Produk legaltech yang disediakan Justika melalui justika.com adalah platform lokapasar jasa hukum yang mempertemukan calon klien dengan mitra advokat.

 

“Saat ini yang sering terdengar adalah fintech. Kami ingin membuat legaltech lebih bergaung agar bisnisnya pun terus berkembang,” kata Melvin. Kolaborasi lintas negara dalam kawasan dinilai Melvin sebagai cara strategis untuk makin mendorong pertumbuhan legaltech selanjutnya.

 

Baca:

 

Arkka Dhiratara, CTO Hukumonline berpendapat bahwa manfaat penting yang diharapkan dari ASEAN LegalTech adalah munculnya inovasi-inovasi baru di Indonesia. “Inovasi itu paling mudah dengan benchmark dari yang sudah berpengalaman misalnya dari negara lain,” ujar Arkka.

 

Ia sendiri menyebutkan bahwa hukumonline pada dasarnya adalah perusahaan legaltech sejak pertama berdiri di Indonesia 19 tahun lalu. Hal ini dengan mengacu definisi legaltech sebagai setiap bentuk solusi teknologi untuk keperluan jasa hukum.

 

Saat ini inovasi teknologi produk legaltech terus berkembang termasuk pula dengan penggunaan artificial intelligence. Hukumonline sendiri telah mengembangkan chatbot konsultasi hukum bernama LIA (Legal Intelligence Assistant) hingga menyediakan platform lokapasar jasa advokat melalui Justika.

 

Melvin menjelaskan bahwa ekosistem legaltech di seluruh dunia saat ini sangat bergantung pada inisiatif para pegiatnya. Salah satu perhatian serius untuk mendata legaltech di seluruh dunia telah dilakukan oleh program Stanford Law School bekerja sama dengan School of Computer Science melalui CodeX Techindex.

 

Pangkalan data populasi legaltech seluruh dunia itu telah mencapai jumlah 1200 legaltech terdata. Sayangnya CodeX Techindex hanya mencatat 16 legaltech di Asia Tenggara. Padahal riset ASEAN LegalTech menemukan ada 88 legaltech di seluruh Asia Tenggara. Data yang tidak cukup akurat itu memperkuat alasan perlunya asosiasi yang mendukung ekosistem industri ini berkembang pesat di regional masing-masing.

 

Melvin berharap agar 21 legaltech yang ada di Indonesia segera bergabung dalam jaringan ASEAN LegalTech. Asosiasi ini dinilai Melvin juga bisa membantu untuk mempertemukan dengan kalangan investor asing yang berminat untuk berbisnis legaltech di Indonesia.

 

Riset ASEAN LegalTech lainnya mencatat ada 3825 perusahaan yang terdaftar di pasar modal, 650 juta usaha kecil menengah, 645 juta orang penduduk, dan hanya ada sekira 248.012 lawyer di seluruh Asia Tenggara. Pasar ini tentu sangat menarik bagi perusahaan legaltech.

 

Selain Singapura dan Indonesia yang masing-masing di posisi pertama dan kedua, Malaysia memiliki 15 perusahaan legaltech, disusul Filipina sebanyak 13 legaltech, Thailand sebanyak 8 legaltech, Brunei sebanyak 5 legaltech, dan Vietnam dengan 2 legaltech. ASEAN LegalTech belum berhasil menjangkau data di negara Asia Tenggara lainnya yang belum memiliki duta resmi keanggotaan.

 

Asosiasi serupa ASEAN LegalTech ditemukan pula di Australia, Eropa, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Masing-masing adalah Australian Legal Technology Association, European Legal Technology Association, Legal Tech New Zealand, dan International Legal Technology Association.

 

Untuk diketahui, belum lama ini Justika mencatat telah ada 900 advokat terdaftar di dalam platformnya. Namun baru belasan orang advokat yang sudah terlibat aktif melayani kebutuhan klien. Anak usaha dari Hukumonline ini menyediakan advokat yang melayani perkara hukum individu, keluarga, hingga bisnis skala UKM. Oleh karena itu, advokat yang bergabung ke Justika diharapkan memiliki keahlian di bidang tersebut.

 

Justika berhasil melayani klien di berbagai lokasi jauh seperti Gresik, Sumatera, Lombok, hingga Papua sejak awal berdirinya di tahun 2016. Justika juga baru saja merilis aplikasi Justika Lawyer Connect sebagai penghubung langsung antara advokat mitra Justika dengan para klien. Aplikasi ini kelak akan menghubungkan klien dan advokat layaknya platform transportasi berhasil menghubungkan pengguna dengan mitra pengemudi.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua