Jumat, 16 Agustus 2019

Karya Fotografer Hukumonline Ikut dalam Pameran Foto Rekam Jakarta 2018

Foto bukan hanya merekam apa adanya dari dunia nyata namun menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan.
RED
Direktur Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim (kedua dari kiri) bersama anggota redaksi Hukumoline saat berfoto berlatar belakang foto karya fotografer hukumonline yang berukuran hampir 2 meter saat pembukaan pameran foto dan peluncuran buku foto Rekam Jakarta 2018. Foto: HOL

Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar pameran foto bertema “Rekam Jakarta 2018” di Jakarta, Kamis (15/8). Pameran menghadirkan karya-karya terbaik pewarta foto Indonesia baik dari media cetak maupun online yang berdomisili di Jakarta selama kurun waktu Juni 2018 sampai dengan Juni 2019.

 

Ketua Panitia “Rekam Jakarta 2018”, Dhemas Reviyanto menjelaskan, pameran ini diikuti oleh 93 pewarta foto dari media cetak maupun elektronik, yang menampilkan 105 foto di pameran dan 125 foto di buku fotografi “Rekam Jakarta 2018”. Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum.

 

Dhemas mengatakan, seni fotografi yang merupakan perpaduan antara teknologi dan seni harus diselaraskan dengan proses teknis untuk memeberikan karakter dan keindahan pada hasil visualnya. Selain itu seni fotografi bukan hanya merekam apa adanya dari dunia nyata namun menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan.

 

Dua karya fotografer Hukumonline Resa Esnir turut terpampang dalam pameran foto “Rekam Jakarta 2018”. Foto pertama dengan dicetak lebar 2 meter tepat di pintu masuk pameran. Foto yang menggambarkan terowongan Mass Rapid Transit (MRT) itu diambil Resa pada saat mencoba transportasi umum pada 11 Desember 2018 silam. (Baca: Mengintip Transportasi MRT dan Kisaran Harga Tiketnya)

 

Terowongan MRT yang membelah wilayah Jakarta. Foto: RES

 

Karya Resa satu lagi yang ditampilkan dalam pameran sorak sorai penasihat hukum capres dan cawapres nomor urut 02, Joko Widodo serta Ma’ruf Amin setelah majelis Mahkamah Konstitusi memutuskan hasil sengketa Pemilu Presiden 2019 pada 27 Juni 2019 lalu. (Baca: Potret Pembacaan Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2019)

 

Tim kuasa hukum capres cawapres nomor urut 02 usai pembacaan putusan oleh majelis hakim MK dalam sengketa Pilpres 2019. Foto: RES

 

Sementara itu, salah satu kurator pameran foto “Rekam Jakarta 2018”, Fransiskus Simbolon  mengatakan, deretan foto yang tersaji dalam pameran ini merupakan gambaran peristiwa dan kompleksitas kehidupan yang ada di Jakarta sepanjang setahun. Pada kurun waktu tersebut, sejumlah peristiwa terekam dalam hasil karya para pewarta.

 

Mulai dari ingar-bingar gelaran olah raga terbesar di Asia, yaitu Asian Games, hingga ramainya perseteruan yang muncul di masyarakat, terkait Pilpres 2019. Mulai dari sudut kumuh nan sempit sampai angkuhnya gedung-gedung tinggi di tengah kota. Mulai dari perusakan habitat makhluk hidup di alam, hingga dampak yang harus dirasakan para perusak itu sendiri.

 

“Kalau disimpulkan, ini semua merupakan ironi. Sebuah pertentangan yang terkandung dalam kerumitan kehidupan ibu kota. Memang, hingga kapanpun, ironi pasti akan selalu memberi warna tersendiri,” kata Fransiskus.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua