Selasa, 27 Agustus 2019

Romo Stefanus Hendrianto SJ, Pastor Penggagas Kepahlawanan di Mahkamah Konstitusi

Pola rekrutmen dan masa jabatan hakim di MK harus diubah untuk menjaring hakim-hakim berkualitas yang layak disebut judicial heroes.
Normand Edwin Elnizar

Lama tak muncul dalam hiruk pikuk politik dan hukum di Indonesia, Stefanus Hendrianto kembali dengan buku karyanya berjudul ‘Law and Politics of Constitutional Courts: Indonesia and the Search of Judicial Heroes’. Romo Hendri—begitu ia disapa kini—sebelumnya adalah sosok yang akrab di kalangan aktivis reformasi Indonesia.

 

Menamatkan studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 1997, Romo Hendri adalah salah satu aktifis mahasiswa yang ikut mendorong reformasi kala itu. Hingga akhirnya Orde Baru runtuh, ia masih sempat terlibat mengawal masa transisi hasil reformasi. “Saya baru berhenti itu sekitar tahun 2001,” katanya kepada Hukumonline.

 

Lepas dari aktivitas di politik, ia pernah mencicipi karier corporate lawyer di firma hukum Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) selama setahun. Selanjutnya ia berangkat ke Belanda untuk studi comparative public law di Utrecht University pada tahun 2002 hingga 2003. Sempat kembali ke Indonesia, Romo Hendri juga pernah bekerja sebagai asisten bagi perwakilan International Monetary Fund (IMF) di kantor Jakarta.

 

Romo Hendri lalu kembali mendalami bidang perbandingan hukum dengan konsentrasi comparative constitutional law di University of Washington, School of Law, Seattle, Amerika Serikat. “Saya berangkat ke Amerika awalnya untuk menyelesaikan studi doktor saya, waktu itu belum ada rencana menjadi seorang rohaniwan,” kata Romo Hendri.

 

Tak disangka bahkan oleh dirinya sendiri, dorongan kuat untuk mencari hidup yang lebih bermakna membuat Romo Hendri memilih keputusan besar dalam hidupnya. “Ini seperti misteri, sulit dijelaskan,” ujarnya. Pilihannya adalah meninggalkan aktivisme di masa lalu dan menempuh jalan menjadi pastor di Serikat Yesus (Society of Jesus).

 

Setelah menyelesaikan disertasi berjudul “From Humble Beginnings to a Functioning Court: the Indonesian Constitutional Court, 2003 -2008” pada tahun 2009, Romo Hendri memulai perjalanannya di Serikat Yesus provinsi Amerika Serikat. Secara khusus ia mengambil studi filsafat di Loyola University pada tahun 2011-2013 dilanjutkan studi Master of Divinity dan Master of Theology sekaligus di Boston College School of Theology and Ministry tahun 2016.

 

Selama 10 tahun perjalanannya menjadi calon pastor hingga resmi ditahbiskan pada Juni 2019 lalu, Romo Hendri terbukti tetap berkomitmen pada karya-karya intelektual. Ia menjadi pengajar dan peneliti di sejumlah kampus antara lain University of Detroit Mercy Law School, Loyola University Chicago Law School, Santa Clara University, dan University of Notre Dame. Itu pun belum termasuk sederet publikasi ilmiah kelas dunia serta aktivitas dirinya di berbagai asosiasi ahli hukum internasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua