Selasa, 27 August 2019

Socio-Legal, Mengembalikan Hakikat Hukum yang Tak Sekadar Doktrin Normatif

 

Konferensi Internasional Socio-Legal yang digelar oleh aliansi IANJ ini adalah hasil kerja sama FHUI, Van Vollenhoven Institute Leiden University (Belanda), University of Sydney (Australia), University of Melbourne (Australia), University of New South Wales (Australia), dan Nagoya University (Jepang).

 

Ratusan peserta dari kalangan akademisi dan peneliti hukum berpartisipasi baik untuk menyimak diskusi maupun sekaligus terlibat memaparkan hasil penelitiannya. Ada 62 pemakalah karya tulis ilmiah yang dibagi dalam 10 topik. Masing-masing topik adalah judicial reform, constitutional law issues, governance and anti-corruption, legal and institutional development, legal education, criminal law and human rights, children’s rights and legal culture, family law in flux, adat law and adat communities, dan natural resource management and environmental justice.

 

Dekan FHUI, Edmon Makarim mengungkapkan dukungannya pada upaya konferensi ini mempromosikan pendekatan sosio-legal dalam studi ilmu hukum. “Saya yakin kita bisa menggali pendekatan interdisipliner untuk berbagai isu hukum kontemporer serta peran hukum di masyarakat,” kata Edmon saat menyambut para peserta konferensi.

 

Konferensi internasional ini juga menyajikan rangkaian kursus terbatas tentang Socio-Legal Theory and Methods yang diutamakan bagi pengajar fakultas hukum dari Indonesia Timur. Tujuannya agar para dosen dari wilayah timur Indonesia ikut berperan aktif mengembangkan dan menguatkan kajian sosio-legal di Indonesia.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua