Kamis, 29 Agustus 2019

Makin Diminati, Bagaimana Seharusnya Hukum Diajarkan di Perguruan Tinggi?

Mahasiswa perlu diajarkan memahami hukum lebih mendalam, mampu berpikir kritis menemukan hukum, dan membumi dengan realitas masyarakat tempat hukum bekerja.
Normand Edwin Elnizar
Ilustrasi ruang perkuliahan. Foto: HOL/SGP

Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Edmon Makarim membenarkan informasi bahwa kampusnya menerima 710 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2019/2020. Pada saat yang sama, kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik Universitas Indonesia melansir bahwa program studi Ilmu Hukum jenjang sarjana kelas reguler menjadi yang paling diminati pada Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) 2019.

 

Pihak kampus UI mencatat sebanyak 6.302 orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi mahasiswa sarjana kelas reguler di FHUI lewat SIMAK UI 2019. Pada akhirnya FHUI hanya menerima 710 orang mahasiswa baru pada tahun 2019 lewat seluruh jalur masuk yang tersedia.

 

Apakah ini jumlah mahasiswa terbanyak yang diterima FHUI sejak Rechtshogeschool dibuka pada 28 Oktober 1924? Edmon tidak berani memastikannya saat diminta konfirmasi oleh Hukumonline. “Jumlahnya benar, tapi kalau soal terbanyak dalam sejarah, ini kami belum tahu,” kata Edmon melalui pesan singkat.

 

Berdasarkan penelusuran Hukumonline, jumlah mahasiswa baru tahun 2019 ini adalah yang paling banyak diterima FHUI setidaknya dalam setengah abad ke belakang, sehingga terdapat lonjakan minat dan daya tampung bagi calon sarjana hukum di Indonesia. Meskipun perlu diteliti lebih lanjut keterkaitannya, fakta lain menunjukkan total peserta ujian advokat tahun 2018 dari satu organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia saja mencapai 11.397 orang. Data ini seolah menguatkan dugaan tersebut.

 

Baca:

 

Di sisi lain, posisi Indonesia dalam laporan Rule of Law Index 2019 ternyata belum memuaskan. Secara umum posisi Indonesia berada di posisi tengah. Tidak dinilai bagus, namun juga tidak terlalu jelek. Peringkat global Indonesia adalah 62 dari 126 negara yang disigi.

 

Indeks Negara Hukum (rule of law) oleh Tim World Justice Project ini merupakan alat kuantitatif untuk mengukur bagaimana rule of law dalam praktik negara-negara yang dikaji.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua