Rabu, 11 September 2019

Tiga Pesan Khusus KPK di Penetapan Tersangka Mantan Bos Anak Usaha Pertamina

KPK menyinggung soal upaya pelemahan yang dilakukan pihak tertentu.
Aji Prasetyo
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat menyampaikan keterangan pers terkait pengumuman mantan bos PT Pertamina Energy Service (PES) Bambang Irianto sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Selasa (10/9). Foto: RES

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan jilid IV, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap satu perkara korupsi dengan nilai suap jutaan dolar yang diduga dilakukan Bambang Irianto, mantan bos PT Pertamina Energy Service (PES). Bambang diduga menerima uang suap sebesar AS$2,9 juta terkait jabatannya. 

 

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Bambang diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugasnya antara lain membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan; mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan; mengamankan ketersediaan suplai; serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

 

"Pada tahun 2008, saat Tersangka BTO (Bambang Irianto) masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina (Persero), yang bisa bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Pte. Ltd. (Kernel Oil) yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT Pertamina," ujar Syarif saat memberi keterangan pers di kantornya, Selasa (10/9/2019).

 

Kemudian pada saat tersangka Bambang menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader. 

 

Pada periode tahun 2009 s.d. Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES/PT Pertamina. Nah, disini peran Bambang diungkap KPK. 

 

"Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," ungkap Syarif. 

 

Untuk menampung penerimaan tersebut, tersangka Bambang mendirikan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island, negara yang disebut surganya para pencuci uang. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua