Rabu, 11 September 2019

Gelar PKPA, Polda Metro Jaya Gandeng KAI dan Universitas Esa Unggul

Sejak kerja sama antara Polda Metro Jaya dan Universitas Esa Unggul lewat PKPA Angkatan I Tahun 2019 dilaksanakan, hubungan antara rekan advokat, anggota Polda Metro Jaya, hingga jajaran ke bawah semakin baik dan akrab.
CT-CAT
PKPA diselenggarakan dalam rangka peningkatan kompetensi personel BidKum Polda Metro Jaya dan Polres jajaran Polda Metro Jaya di bidang advokat dalam melaksanakan bantuan dan pendampingan hukum. Foto: Istimewa.

Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI) bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Universitas Esa Unggul melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan II T. A. 2019. PKPA diselenggarakan dalam rangka peningkatan kompetensi personel BidKum Polda Metro Jaya dan Polres jajaran Polda Metro Jaya di bidang advokat dalam melaksanakan bantuan dan pendampingan hukum. Pelaksanaan PKPA yang diikuti oleh 40 peserta ini sendiri telah dibuka secara remi oleh Kapolda Metro Jaya, Ir. Jen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si.

 

Dalam sambutannya, Gatot mengatakan bahwa peran Kepolisian RI sesuai amanah undang-undang dituntut untuk lebih transparan, menjaga akuntabilitas, dan profesional. Ia berharap para peserta dapat menyelesaikan PKPA dengan baik, sehingga ilmu yang didapatkan dari narasumber akan bermanfaat bagi masyarakat (masa purnatugas) dan institusi (ketika masa dinas). Adapun ketika ditanya tentang kelanjutan kasus yang ditangani, ia melanjutkan, “Saat ini gugatan praperadilan terhadap POLRI makin meningkat, sehingga belajar hukum adalah tanggung jawab karena masyarakat kian menuntut kebenaran material atas fakta hukum yang terjadi.”

 

Menghapus Sekat-sekat

PKPA Angkatan II digelar di BidKum Polda Metro Jaya, Gedung Promoter, lantai 20. Acara ini berlangsung hingga tanggal 13 September dengan agenda Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA). Di kesempatan yang sama, turut hadir Wakapolda Metro Jaya, Brig. Jen. Pol. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H., para pejabat utama jajaran Polda Metro Jaya, Kapolres, dan Pejabat Polres jajaran Polda Metro Jaya.

 

Dalam sambutannya, Presiden KAI Adv. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, S.H., M.H., CLA, CIL, CLI, CRA menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya; serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Metro Jaya, Kabidkum Polda Metro Jaya, KBP Viktor T. Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H., jajaran, dan seluruh panitia yang terlibat karena telah berkenan bekerja sama dengan KAI dalam penyelenggaraan PKPA ini. “Saat ini KAI mendapatkan banyak kehormatan berupa kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan PKPA dan beberapa Polda di seluruh Indonesia. Termasuk, pada tanggal 7 Oktober, KAI akan menandatangani MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK),” kata Tjoetjoe.

 

Lebih lanjut, Tjoetjoe memperkenalkan para pemberi materi yang terlibat dalam PKPA, di antaranya Hakim Agung, Dr. Sugeng Santoso, S.H., M.H.; perwakilan dari Badan Pengawas Mahkamah Agung RI, Sumarno, S.H., M.H.; Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI, Dr. Abdullah, S.H., M.S.; Kepala Departemen Hukum Otoritas Jasa Keuangan, Dr. Rizal Ramadani, S.H., LL.M.; Guru Besar Tata Negara sekaligus Wakil Presiden KAI, Adv. Prof. Dr. Denny Indrayana S.H., LL. M., Ph.D; hingga advokat dengan keahlian penanganan kejahatan dalam bisnis perbankan dan lembaga keuangan, Adv. Firmansyah, SH, LL.M.

 

Sebelum mengakhiri sambutan, Tjoetjoe menyampaikan bahwa sejak kerja sama antara Polda Metro Jaya dan Universitas Esa Unggul lewat PKPA Angkatan I Tahun 2019 dilaksanakan, hubungan antara rekan advokat, anggota Polda Metro Jaya, hingga jajaran ke bawah semakin baik dan akrab. Ia menyambut situasi ini, sebab sekat-sekat dan gap yang ada selama ini mulai hilang. Bersama-sama, ia juga berharap dapat melaksanakan tugas dengan semakin profesional dan koordinatif. “Selamat mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat. Semoga Saudara-saudara dapat menuntaskan dan menyelesaikan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Tjoetjoe. 

 

Tentang KAI

KAI merupakan organisasi advokat yang keberadaannya sah berdasarkan Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat Jo. Putusan MK No. 101/PUU-VII/2009 Jo. Putusan MK No. 36/PUU-XIII/2015 Jo. SKMA No. 73/KMS/HK.01/IX/2015, serta telah mendapatkan pengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-00272.60.10 Tahun 2014 tanggal 30 Juni 2014. Pertama kali didirikan melalui Kongres Nasional tanggal 30 Mei 2008, KAI diprakarsai oleh (Alm) Adv. Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution (Bang Buyung) dan kawan-kawan.

 

KAI adalah organisasi advokat pertama dan satu-satunya yang telah memiliki Standar Profesi Bidang Advokat terhitung sejak tanggal 14 Maret 2016 yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI serta telah memperoleh Lisensi Sertifikasi Profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terhitung sejak tanggal 24 Mei 2016. Kini, Advokat KAI yang telah tersertifikasi berjumlah 620 orang.

 

Memasuki era digital, KAI sendiri telah melakukan banyak terobosan, salah satunya lewat pembangunan sistem rekrutmen berbasis komputer dan digitalisasi database keanggotaan. Sejak 2018, KAI juga telah memperkenalkan e-Lawyer sebagai aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mengakses dan mencari advokat. “Hal ini dilakukan agar KAI tidak kalah modern dibandingkan dengan e-Advokasi Polda Metro Jaya serta e-Court dan e-Litigasi yang menjadi andalan Mahkamah Agung RI. Namun, aplikasi-aplikasi tersebut akan kekurangan makna jika antara aplikasi e-Lawyer KAI, e-Advokasi Polda Metro Jaya, serta e-Court dan e-Litigasi Mahkamah Agung tidak terkoneksi dengan baik,” Tjoetjoe menambahkan.

 

Dalam pelaksanaan PKPA turut hadir pula perwakilan DPP KAI, seperti beberapa VP TM Luthfi Yazid; Henry Indraguna; Prof. Denny Indrayana; Diah Sasanti; Sekretaris Umum, Ibrahim Massidenreng; Bendahara Umum, Yaqutina Kusumawardhani; Kepala Bidang Diklat KAI, Purnomo Agung Sulistiyo; dan M. Junaedi.

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua