Selasa, 17 September 2019

Perkuat Sosialisasi Program, PP INI Jalin Kerjasama dengan Hukumonline

PP INI menjadi tuan rumah kongres The 29th Internastional Union of Notaries (UINL).
Moh. Dani Pratama Huzaini
Usai penandatanganan kerjasama antara Hukumonline dengan PP INI, Senin (16/9). Foto: RES

Kecepatan perkembangan teknologi informasi menyentuh hampir seluruh aktivitas manusia sehari-hari. Pesatnya perkembangan ini juga dirasakan oleh dunia profesi di sektor jasa hukum. Salah satunya adalah profesi notaris. Hal ini menjadi salah satu alasan dari kerjasama yang dijalin antara Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) dengan hukumonline.

 

Untuk itu, pada Senin (16/9) bertempat di kantor hukumonline dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PP INI dengan hukumonline. Kabid Humas PP INI Wiratmoko mengungkapkan, melalui program kerjasama dengan hukumonline ini, seluruh program PP INI dapat tersosialisasikan kepada anggota INI dan masyarakat. “Semua program dari PP INI baik itu yang reguler sifatnya maupun insidentil,” ujar Wiratmoko, sesaat setelah penandatanganan perjanjian kerjasama.

 

Menurut Wiratmoko, dengan adanya kerjasama ini, sejumlah program-program yang dimiliki PP INI dapat diakses dengan lebih mudah oleh angggota INI dan masyarakat. Hal terdekat yang akan sangat menarik perhatian adalah Kongres Internasional ke 29 The Internastional Union of Notaries (UINL) yang akan diselenggarakan pada 27-30 Oktober di Jakarta.

 

Wiratmoko mengungkapkan, Kongres UINL kali ini merupakan kongres pertama yang dilakukan di Asia. Untuk itu, melalui momentum kongres ini, Notaris di Indonesia akan mendapatkan manfaat yang begitu besar. “Manfaatnya sangat besar terutama bagi anggota INI,” ujarnya.

 

(Baca juga: Ini Ranking Konsultan Hukum Pasar Modal dan Notaris yang Berjaya di Transaksi IPO 2018)

 

Melalui Kongres UINL, notaris di tanah air akan bertemu dan bertukar fikiran dengan seluruh peserta kongres yang datang dari 88 negara di seluruh dunia. “Di situ kita bisa berkenalan dengan notaris dunia, baik dari pergaulannya, sistem hukumnya maupun program notaris Anglo Saxon itu seperti apa karena kita menganut Eropa Kontinental. Jadi saling mengisilah,” ujar Wiratmoko.

 

Salah satu materi yang akan dibahas dalam kongres ini adalah mengenai sistem hukum yang dianut di negara masing-masing. Selain itu terkait sejumlah program-program UINL yang bisa dipertemukan antara sesama negara anggota. Ia berharap ada sinkronisasi terkait program antara anggota yang hadir dari 88 negara.

 

Sekretaris OC Kongres UINL, Rita Alfiana mengatakan, ada tiga topik yang akan dibahas dalam kongres UINL mendatang. Pertama, mengenai validitas prinsip kenotariatan di abad 21. Menurut Rita, dengan adanya revolusi industry 4.0 banyak terdapat perkembangan didunia jasa notaris. Untuk itu melalui kongres ini akan dibahas sejumlah perkembangan tersebut untuk dicarikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip yang dianut oleh notaris.

 

(Baca juga: Imbauan PP INI Soal Adanya Mafia Properti Berkedok Notaris)

 

Kedua, akan membahas terkait notaris dan subyek hukum. Menurut RIta, notaris dalam hal ini adalah aktor utama dalam profesi. Posisinya tidak dapat digantikan dengan adanya teknologi yang akan berkembang pada hari-hari mendatang. Dengan begitu, seorang notaris akan dapat memastikan kepentingan hukum dari seorang subyek hukum ketika berhadaan dengan notaris. “Manusia tidak dapat digantikan oleh mesin,” ujar Rita.

 

Tidak kalah menarik adalah sesi ketiga, yang akan menghadirkan lima pembicara dari luar negeri. Ada pembicara dari negara-negara seperti Jerman, Prancis, Belanda, dan Cina. Sementara dari Indonesia sendiri akan menghadirkan pejabat pemerintah dan akademisi sebagai panelis. “Mereka akan bicara di sana mengulas mengenai sistem hukum yang ada dibandingkan dengan sistem hukum Anglo Saxon,” ujar Rita.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua