Jumat, 04 October 2019

Pelanggaran HAM di Balik Bencana Kabut Asap

 

Kritik terhadap persoalan kabut asap ini juga disampaikan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin. Dia menjelaskan penyebab polusi udara ini tidak hanya karhutla saja tapi juga industri dan kendaraan bermotor. Bahkan, berdasarkan penelitian lapangannya, ditemukan industri rumahan pembakaran logam di pinggiran Jakarta. Menurutnya, industri tersebut menyebabkan penduduk sekitar khususnya anak-anak mengalami cacat karena menghirup asap hasil pembakaran logam tersebut.

 

“Kami temukan permasalahan ini (polusi) Jakarta, Surabaya, Semarang dan kota-kota besar lain. Kami sudah menyampaikan ini kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kementerian KLHK. Tapi, kami malah berdebat, mereka (pemerintah) bilang katanya kualitas udara Jakarta masih baik-baik saja. Padahal rata-rata tahunan konsentrasi PM 2,5 sudah tidak sehat. Ini akan berdampak buruk pada kesehatan. Sumbernya smelter yang tidak ditindak pemerintah. Smelter atau peleburan logam ini menyebabkan 68 ribu orang meninggal karena pencemaran udara setiap tahun, ini data WHO,” jelas Safrudin.

 

Dia juga mengkritik pemerintah yang dianggap tidak serius menangani persoalan kabut asap di berbagai daerah. Menurutnya, pemerintah tidak mampu mengambil tindak tegas kepada korporasi yang menjadi pelaku terjadinya bencana asap tersebut. Upaya reprentif yang diambil pemerintah juga dianggap tidak efektif mengatasi bencana asap.

 

“Tidak ada usaha konkret, yang dilakukan sebatas public relation termasuk pengendalian karhutla, setelah pembakaran hutan dan lahan maka usaha pemadaman sia-sia. Yang kemarin memadamkan kebakaran hutan itu tidak efektif, pakai bom air bagi kami itu hanya sekadar public relation, seharusnya yang dilakukan pemerintah mencegah jangan sampai terjadi kebakaran. Pemerintah juga tidak ada usaha meghentikan urban air pollution, justru membantah bahwa telah terjadi pencemaran. Apabila pemerintah melakukan pembiaran maka dikategorikan pidana,” pungkasnya.

 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua