Minggu, 06 Oktober 2019

Didi Dermawan dan Profesi Hukum Indonesia Masa Depan Oleh: Tony Budidjaja*)

Saya diberitahu bahwa beberapa jam sebelum DD dipanggil Penciptanya, DD sempat bercerita dengan istrinya, mengenai diskusi yang dilakukan bersama rekan-rekan kerjanya mengenai transformasi profesi hukum yang tengah terjadi.
RED
Tony Budidjaja. Foto: Istimewa

Didi Dermawan (DD) adalah seorang praktisi hukum profesional yang punya pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa di bidang hukum, khususnya hukum bisnis. Melalui kantor hukum “DNC” (awalnya Dermawan & Co) yang didirikannya pada tahun 1994 setelah ia meninggalkan kantor hukum Hadiputranto, Hadinoto & Dermawan (sekarang HHP), DD sudah membuktikan keberhasilannya untuk membangun “institusi” kantor hukum Indonesia yang dapat dihormati dan disegani segala bangsa.

 

Bagi mereka yang pernah bekerja lama bersamanya pasti akan mengakui bahwa DD lebih dari sekadar praktisi hukum yang jenius. DD punya rasa cinta yang begitu besar akan profesi hukum, dan terpanggil untuk memajukan hukum dan profesi hukum di Indonesia, hal mana telah secara konsisten dilakoninya selama hidupnya. Itu sebabnya, DD selalu berani melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan hukum yang sulit dan tidak biasa, bahkan yang belum pernah ada sebelumnya, bila itu dipandangnya perlu untuk kemajuan hukum dan profesi hukum. DD juga seorang pemimpin yang telah melahirkan begitu banyak praktisi hukum profesional papan atas di Indonesia.

 

Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang kaget saat mendapat berita bahwa DD wafat di usianya ke-61 akibat serangan jantung saat hari baru berganti ke Kamis, tanggal 3 Oktober 2019 lalu. Saat peti jenazah DD akan ditutup oleh keluarga, sahabat, dan mantan rekan-rekan sekerjanya, saya teringat perkataan Peter Drucker: “The test of any leader is not what he or she accomplishes. It is what happens when they leave the scene".

 

Sebagai salah seorang mantan muridnya, saya berutang banyak kepada DD, dan semua pencapaian saya dalam profesi hukum adalah berkat didikan DD selama ini. Melalui tulisan singkat ini, saya mencoba membagikan beberapa hal positif yang DD selalu lakukan dalam pekerjaannya, yang saya percaya ia ingin itu bisa diteruskan demi mewujudkan impiannya untuk membangun profesi hukum Indonesia yang kuat.

 

Sejak saya kenal dan mulai bekerja dengan DD lebih dari 22 tahun lalu, saya melihat DD gemar mencari “fresh graduate” (mereka yang tergolong baru lulus dari Fakultas Hukum) yang “berpotensi” untuk diajaknya bekerja dengannya, dengan bayaran yang tinggi (dan -menurut DD- harus lebih tinggi dari apa yang biasa dibayarkan oleh perusahaan atau kantor hukum lain). Di sini, DD benar-benar mencari mereka yang punya attitude (sikap) yang baik serta passion (kehausan untuk berkembang) yang besar, bukan sekadar kepintaran akademik dan kemampuan sosialnya. DD paham betul bahwa mereka ini punya enerji dan kreativitas yang besar dan tidak ada habis-habisnya, dan karenanya perlu diberi kepercayaan dan diarahkan.

 

Saat bekerja dengan mereka, DD akan langsung memperlakukan mereka sebagai “profesional”, dan bukan karyawan. DD selalu menantang mereka untuk bisa melakukan tugas-tugas sehari-hari praktisi hukum dengan profesional. Di sini, DD selalu meminta mereka untuk bisa membaca, menulis, mendengar, dan berbicara “secara kritis”. DD pun sangat peduli akan cara mereka berpenampilan dan memegang file dan alat tulis kita.

 

Bagi DD, praktisi hukum yang profesional tidak mungkin lahir begitu saja, akan tetapi harus dilatih dan dibentuk. Karena itulah, DD mewajibkan mereka ikut program “mentoring”. Melalui mentoring, baik mentor maupun mentee dibuat paham akan kekuatan setiap mereka dan hal-hal yang perlu mereka perbaiki. Di sini, DD berhasil membangun budaya terus belajar dan berupaya menjadi semakin baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua