Minggu, 13 Oktober 2019

Berjuta Aksi Para Atlet Peradi

Melalui hobi olahraga maka para advokat dapat berkumpul dan menjalin persahabatan di antara mereka.
Resa Esnir
Foto: RES

Menjelang akhir tahun 2019, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berkesempatan mendatangi The Malaysian BAR di Penang, Malaysia, untuk menyelenggarakan International Friendly Games selama tiga hari mulai Jumat (11/10).

Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta yang datang dari Peradi mencapai 90 orang. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jakarta Pusat di bawah pimpinan Arman Hanis menjadi panitia pelaksana acara ini.

Terdapat lima cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan kali ini. Kelimanya adalah sepakbola yang dibagi atas dua pertandingan yakni kelas Master dan Classic. Untuk cabang olahraga kedua adalah badminton. Cabang olahraga berikutnya bola basket, keempat golf dan kelima billiard.

Pada cabor sepak bola, terdapat dua nomor yang dipertandingkan. Keduanya adalah kategori Master untuk para pemain berusia lebih dari 35 tahun dan kategori Classic, yakni para pemain berusia di bawah 35 tahun.

Dua nomor dalam cabor sepak bola memperoleh kemenangan dalam pertandingan persahabatan dengan Negeri Jiran tersebut. Pada kategori Master, para atlet Peradi FC memperoleh kemenangan mutlak dengan skor akhir 5-3.

Sedangkan untuk nomor Classic, kemenangan bagi para skuat muda Peradi FC dengan skor 2-1. Kemenangan bagi pemain muda Peradi FC ini merupakan balasan dari pertandingan dalam Asian Lawyers Cup 2019 lalu.

Sebelum pluit panjang wasit berbunyi terjadi drama di pertandingan kategori Classic. Salah satu penyerang tim Malaysia memperoleh hadiah penalti lantaran pemain belakang Peradi FC Classic terkena pelanggaran hands ball.

Meski eksekusi berlangsung mulus dan gol, namun tidak mengubah skor pertandingan yang memenangkan skuat muda Peradi FC. Laga sepak bola di dua kategori ini berlangsung di Universiti Sains Malaysia.

Berbeda dengan cabor lainnya, pertandingan biliar yang berlangsung di ACE Snuker, Penang. Sayangnya, hasil akhir pertandingan ini tidak membuahkan kemenangan bagi atlet Peradi.

Para atlet di bawah koordinator Joe Ricardo itu harus menelan kekalahan dari tim Malaysia. Kekalahan terjadi lantaran di detik-detik sebelum pertandingan dimulai, untuk kategori single sang tuan rumah mengubah jenis permainan dari bola delapan menjadi bola sembilan.

 

Hasil serupa juga terjadi pada pertandingan badminton. Dalam cabang olahraga ini, Tim Peradi harus tunduk oleh The Malaysian BAR. Dari 13 pertandingan, tim Peradi memenangkan satu pertandingan di nomor ganda putra dengan pemain Marchelino Marlen Rio dengan Lucky Valentino Kamba.

Cabang olahraga lainnya adalah bola basket. Pertandingan tim bola basket Peradi dengan The Malaysian BAR juga berlangsung di kompleks olahraga Universiti Sains Malaysia. Dengan mengenakan seragam biru para Ballers mulai tampil agresif dari awal pertandingan.

Namun, dewi fortuna belum berpihak pada Peradi. Hasil akhir dalam pertandingan bola basket ini adalah 51-71 dengan kemenangan para advokat Malaysia.

Sedangkan cabor golf bertempat paling berbeda dari cabor lainnya. Di bawah koordinator Misbach Gasma, pertandingan berlangsung ketat. Namun, hasil akhir memenangkan tim dari Malaysian BAR.

Arman Anis mengatakan, memang tak ada target khusus bagi atlet Peradi dalam pertandingan persahabatan ini. Ia hanya berharap, melalui hobi olahraga maka para advokat dapat berkumpul dan menjalin persahabatan di antara mereka. Ia juga berharap, para atlet yang kebanyakan advokat muda ini dapat menjaga kekompakan di antara mereka. Apalagi, dalam acara kali ini, para atlet juga berasal dari berbagai DPC di daerah. Serangkaian acara persahabatan ini ditutup dengan gala dinner antara Peradi dan The Malaysian BAR.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua