Sabtu, 19 October 2019

Sertifikasi Halal Berlaku, IHW Sayangkan BPJPH Belum Siap

Ke depan, BPJPH diharap telah siap mengingat LPPOM MUI saat ini sudah tidak diberikan kewenangan lagi untuk menerima pendaftaran sertifikasi halal.
Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: HGW

Kewajiban sertifikasi halal resmi berlaku sejak Rabu, 17 Oktober 2019. Semua produk yang masuk dan beredar wajib bersertifikasi halal. Hal ini sesuai dengan Pasal 4 dan Pasal 67 ayat (1) UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Guna mendukung pelaksanaan implementasi UU JPH tersebut, maka Indonesia Halal Watch (IHW) mengimbau pelaku usaha untuk melakukan Pendaftaran Sertifikasi Halal kepada BPJPH, sebuah badan yang akan melakukan sertifikasi halal yang selama 30 tahun terakhir ini dilakukan oleh LPPOM MUI.

 

Baru-baru ini, IHW melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha untuk melakukan pendaftaran sertifikasi halal. Hal ini sekaligus untuk memastikan apakah BPJPH telah siap menerima pendaftaran sertifikasi halal atau belum. Terkait kesiapan dari BPJPH dalam melakukan sertifikasi halal, IHW menjelaskan beberapa hal. Pertama, pendaftaran sertifikasi halal kepada BPJPH dilakukan pada bagian PTSP BPJH di Kemenag.

 

Namun menurut Direktur Eksekutif IHW, Ikhsan Abdullah, kondisi PTSP terlihat tidak siap untuk menerima Pendaftaran Sertifikasi Halal. “Ini terbukti dengan tidak adanya Form Informasi dan Form Pendaftaran di PTSP,” kata Ikhsan.

 

Kedua, PTSP belum siap untuk menerima pendaftaran karena seharusnya pendaftaran dilakukan melalui Website/Online. Media pendaftaran sampai saat ini belum bisa di akses untuk waktu yang tidak dapat ditentukan, seperti yang disampaikan petugas PTSP. Ketiga, pihak PTSP juga menjelaskan waktu pengurusan sertifikasi halal belum bisa ditentukan karena Permenag belum diterbitkan.

 

“Kami mengeluhkan tidak adanya sosialisasi yang konkrit berkaitan dengan persyaratan atau dokumen yang harus dipenuhi, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh anggota IHW yang mendampingi para pengusaha karena hanya mencantumkan persyaratan bagi PT dan tidak mencantumkan persyaratan bagi UKM. Sementara sertifikasi halal diwajibkan juga bagi UKM,” ujarnya.

 

Keempat, ketidaksiapan PTSP BPJPH berkaitan dengan pendaftaran Sertifikasi Halal juga terlihat dengan ketidakpahaman pegawai PTSP secara keseluruhan, karena hanya beberapa orang saja yang bisa memberikan penjelasan terkait dengan skema pendaftaran ini.

 

“Maka, kami berharap untuk di masa yang akan datang BPJPH telah siap, mengingat LPPOM MUI saat ini sudah tidak diberikan kewenangan lagi untuk menerima pendaftaran sertifikasi halal,” pungkasnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua