Jumat, 01 November 2019

95 Tahun FHUI: Sumbangsih untuk Bangsa yang Plural Oleh: Yu Un Oppusunggu*)

 

Para pemuda kemudian menurunkan derajat bangsa-bangsa menjadi suku-suku bangsa sebagai jalan bagi lahirnya bangsa Indonesia. Kongres ini diketuai oleh Sugondo Djojopuspito, mahasiswa RHS. Tokoh-tokoh lain dalam kongres tersebut juga mahasiswa RHS – Mohammad Yamin, Amir Sjarifoeddin, dan Soediman Kartohadiprodjo.

 

Yamin adalah tokoh di balik ikrar “satu tanah-air, satu bangsa, satu Bahasa.” Di masa studinya, bersama dengan mahasiswa lain Yamin kerap berdiskusi tentang kebangsaan Indonesia. Diskusi tersebut dapat terjadi di rumah guru besar. Salah satunya di Jl. Pegangsaan No. 56, kediaman Prof. F. M. Baron van Asbeck, yang mengajar hukum internasional. Bersama Amir Sjarifoeddin, ia juga aktif dalam merintis jalan bagi bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Keduanya aktif dalam Kongres Bahasa Indonesia I pada tahun 1938. Ketika itu mereka sudah dua tahun meraih gelar meester in de rechten (Mr.) dari RHS. Nama lain yang terlibat aktif dalam kongres tersebut adalah St. Takdir Alisjahbana.

 

Alisjahbana terkenal sebagai sastrawan dan linguis. Bersama Amir Hamzah dan Armin Pane, ia mendirikan Poejangga Baroe pada tahun 1933. Latar belakang pendidikan formil mereka adalah ilmu hukum, namun kemudian mereka memilih untuk mengembangkan sastra dan bahasa Indonesia. Alisjahbana juga menjadi salah satu tokoh utama dalam penyusunan dan penerbitan Kamoes Istilah I Asing-Indonesia pada tahun 1945.

 

Kamus ini sangat penting untuk Indonesianisasi istilah-istilah asing (baca: bahasa Belanda) yang dibutuhkan bukan hanya untuk perkembangan bahasa Indonesia namun juga pendidikan formil, karena dalam masa penjajahan proses belajar-mengajar dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Belanda. Tanpa kehadiran kamus ini, maka bahasa Indonesia akan sulit berkembang menjadi bahasa pendidikan formil. Di sisi lain, hanya segelintir bangsa Indonesia yang mampu berbahasa Belanda. Dengan demikian, tanpa ada istilah-istilah dalam bahasa Indonesia ilmu pengetahuan akan sulit berkembang dan aksesnya akan sangat terbatas.

 

Untuk perkembangan peradaban, berbahasa harus mempunyai pedoman. Sebelum Ejaan Bahasa Indonesia dan Ejaan yang Disempurnakan berlaku, kita mengenal Ejaan Republik. Karena ditetapkan pada 17 Maret 1947 oleh Menteri Pengajaran Suwandi, maka ejaan ini juga disebut sebagai Ejaan Suwandi. Suwandi adalah salah satu pengajar sekaligus ketua Divisi Hukum dari Fakultas Hukum dan Sastra Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia. BPTRI merupakan institusi pendidikan tinggi pertama yang berdiri pasca Proklamasi. Dosen yang mengajar antara lain Djokosoetono, Supomo, Todung Sutan Gunung Mulia, dan Soediman Kartohadiprodjo.

 

Seiring dengan pemindahan ibu kota Republik, Soediman Kartohadiprodjo mengambil alih kepemimpinan BPTRI dan pengajaran sebab sebagian besar dosen ikut pindah ke Yogyakarta. Soediman menolak untuk bergabung sebagai dosen di Universitas Darurat yang didirikan oleh Pemerintah Belanda. Oleh sebab itu, ia selalu dalam pemantauan polisi intelejen. Perkuliahan dilakukan secara bergerilya dan nomanden. Hal tersebut dilakukan bukan saja karena adanya pemantauan oleh pihak Belanda, namun juga karena tidak ada fasilitas gedung yang tersedia. Untuk menyiasati penyadapan oleh pihak Belanda dan bentuk nasionalisme, perkuliahan berjalan dalam bahasa Indonesia.

 

Mahasiswa yang “berkuliah” di BPTRI adalah mereka yang secara sadar menolak untuk belajar di BPTRI atas dasar nasionalisme. Di antara mereka terdapat nama Mochtar Kusuma-Atmadja dan Priyatna Abdurrasyid. Nama pertama kemudian terkenal sebagai akademisi, pakar hukum internasional, Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri. Di masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri, konsep negara kepulauan diakui dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982. Dengan demikian, Laut Jawa, misalnya, menjadi wilayah perairan nasional Indonesia, bukan laut internasional. Nama kedua kemudian menjadi akademisi dan Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia. Sebagai akademisi, Priyatna dikenal sebagai Bapak Hukum Udara dan Ruang Angkasa Indonesia karena pemikirannya yang memperjuangkan kedaulatan negara di ruang udara. Pasca bergabungnya BPTRI dan Universiteit van Indonesië – nama baru dari Universitas Darurat – menjadi Universiteit Indonesia, Mochtar dan Priyatna melanjutkan studi di FHUI dan meraih gelar Mr.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua