Jumat, 01 November 2019

95 Tahun FHUI: Sumbangsih untuk Bangsa yang Plural Oleh: Yu Un Oppusunggu*)

 

Dilihat dari sisi formil FHUI bukanlah merupakan kesinambungan dari RHS, karena keduanya berdiri dengan dasar hukum yang berbeda. Namun dilihat dari segi kurikulum, FHUI awalnya hanya melanjutkan kurikulum yang diberlakukan di RHS. Dari segi ide, FHUI meneruskan ide Pemerintah Kolonial sebelum tahun 1942 untuk mendirikan suatu universitas dan menjadikan RHS sebagai fakultas hukumnya. Secara sivitas akademika, dosen FHUI merupakan mantan dosen atau mahasiswa RHS. Mereka antara lain adalah Supomo, Djokosoetono, Soediman Kartohadiprodjo, G. J. Resink, W. L. G. Lemaire, Hazairin, Suwandi, dan Subekti. Mengingat fakta yang demikian.

 

Di luar pemaparan di atas, sivitas akademika juga berkarya di banyak profesi lain bagi Indonesia. Di bidang penegakan hukum terdapat nama Kusuma Atmadja (Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia), Jimly Asshiddiqie (Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia), Soeprapto (Jaksa Agung), dan Yap Thiam Hien (advokat pejuang hak asasi manusia). Di bidang pendidikan, Djokosoetono ikut mendirikan Universitas Gajah Mada, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dan Sekolah Tinggi Hukum Militer. Iwa Kusumasumantri ikut mendirikan Universitas Padjadjaran, sementara Oeripan Notohamidjojo menjadi rektor pertama Universitas Kristen Satya Wacana. Di bidang pers, terdapat nama R. M. Soemanang (pendiri Kantor Berita Antara), P. K. Ojong (Harian Kompas), dan Sabam Siagian (Jakarta Post). Sebelum dikenal sebagai maestro batik, Iwan Tirta terlebih dahulu menjadi dosen hukum internasional. Di bidang musik, misalnya terdapat nama Solid 80, nama yang menunjukkan solidaritas mahasiswa FHUI terhadap perjuangan demokrasi rakyat Polandia, dan Once Mekel. Di bidang perfilman, ada nama Garin Nugroho. Sebagian alumni lain mendapatkan pengakuan dari negara sebagai pahlawan nasional, antara lain Sukarjo Wirjopranoto, Ide Anak Agung Gde Agung, Sjafruddin Prawiranegara, dan L. N. Palar.

 

Seperti visi yang dijabarkan oleh Scholten 95 tahun yang lalu, institusi dan sivitas akademika FHUI telah dan terus berkarya untuk memuaskan kebutuhan akan pengetahuan, mengejar ilmu pengetahuan, dan menjawab kebutuhan Indonesia akan hukum dan kebangsaan. Mengamini pernyataan yang dibuat oleh Presiden Kedua Universitas Indonesia pada 5 April 1951, ieder land heft de Universiteit, die het verdient (setiap negeri mempunyai Universitas yang layak baginya): dirgahayu FHUI!

 

*)Yu Un Oppusunggu adalah Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

 








Artikel Kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Hukumonline. Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline dengan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam program Hukumonline University Solution.


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua