Senin, 04 November 2019

​​​​​​​Dari Jerat Pidana bagi Pemalsu Kuitansi, Hingga Ahli Waris yang Menggugat Perusahaan

​​​​​​​Soal gaji ditahan lantaran karyawan melakukan penggelapan hingga ketika restitusi anak korban diabaikan oleh penuntut umum juga diulas dalam artikel Klinik terpopuler.
Tim Hukumonline

Klinik Hukumonline dengan taglinenya “yang bikin melek hukum, emang klinik hukum”memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk bertanya dan memperoleh jawaban dari para praktisi maupun ahli atas masalah hukum sehari-hari. Tim Klinik menyajikan informasi hukum ke dalam artikel yang mudah dicerna masyarakat. Tak hanya artikel, kini edukasi hukum yang disampaikan oleh Klinik Hukumonline telah hadir dalam berbagai format seperti infografis, video, chatbot, hingga podcast.

 

Berdasarkan hasil rangkuman tim Klinik Hukumonline, berikut adalah 10 artikel terpopuler di media sosial yang terbit sepanjang sepekan terakhir. Mulai dari jerat pidana bagi pemalsu kuitansi, hingga ahli waris yang menggugat perusahaan.

 


  1. Jerat Pidana bagi Pemalsu Kuitansi

Mengubah isi kuitansi dapat diancam pidana penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat. Bagaimana ketentuannya? Ulasan selengkapnya dapat disimak di sini.

 


  1. Langkah Jika Perusahaan Tidak Mengurus Santunan Kecelakaan Kerja

Jika karyawan mengalami kecelakaan kerja dan tidak dapat melaksanakan pekerjaannya secara tetap maupun sementara, perusahaan wajib mengurus santunan kecelakaan kerja yang berhak diterima karyawan tersebut.

 

Lalu langkah apa yang bisa dilakukan jika santunan tersebut tidak diurus perusahaan? Simak ulasannya di sini.

 


  1. Urutan Penerbitan Surat Peringatan bagi Karyawan

Kepada karyawan yang tidak melaksanakan kewajibannya, perusahaan dapat memberikan surat peringatan. Bagaimana urutan dan masa berlaku surat peringatan? Selengkapnya di sini.

 


  1. Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Tersangka pencemaran nama baik masih berhak atas perlindungan hukum, apalagi asas presumption of innocent masih berlaku bagi kepentingan tersangka tersebut. Simak ulasan selengkapnya di sini.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua