Jumat, 15 November 2019

Ini Alasan Advokat Muda Jakarta Dorong Otto Hasibuan Jadi Ketua Umum Peradi

 

“Masa depan organisasi advokat tidak boleh diserahkan kepada seorang yang belum memilki pengalaman dalam memimpin organisasi advokat karena kita para advokat muda tidak ingin menjadi korban perpecahan organisasi. Kami hanya ingin sosok Otto Hasibuan yang telah berhasil membawa Peradi sebagai perahu besar profesi advokat dalam mengarungi ombak-ombak persoalan hukum dan organisasi selama ini,” tandasnya.

 

Deklarasi dukungan kepada Otto untuk menjadi Ketua Umum Peradi merupakan yang pertama dilakukan oleh organisasi Advokat Muda. Ke depannya, organisasi-organisasi advokat muda yang berada di seluruh Indonesia akan mengadakan aksi yang sama untuk mendukung Otto menjadi Ketua Umum Peradi di periode mendatang.

 

“Kami tidak melihat sebagai black campaign, tapi lebih ke kampanye program dan adu gagasan, serta visi misi,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, Otto sebelumnya pernah menjadi Ketua Umum Peradi di dua periode yakni 2010-2015 dan 2015-2020. Namun dia tidak mencalonkan diri kembali menjadi Ketua Umum di periode selanjutnya lantaran terganjal aturan di Anggaran Dasar. Hal tersebut disampaikan Otto sebelum melaksanakan Munas Luar Biasa pada Desember 2014 silam.

 

“Oh, enggak. Enggak boleh lagi dong (menjadi ketua umum untuk ketiga kalinya, red),” katanya saat itu.

 

Pasal 24 Ayat (5) Anggaran Dasar PERADI berbunyi bahwa, Ketua Umum yang masa jabatannya telah berakhir, dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya dengan ketentuan tidak dapat diangkat untuk lebih dari 2 (dua) kali masa jabata berturut-turut.

 

Lebih lanjut, AD mengatur tentang persyaratan untuk menjadi ketua umum yakni: WNI, telah diangkat sebagai advokat sekurang-kurangnya 10 tahun; tidak merangkap sebagai pejabat negara dan atau pengurus partai politik; tidak pernah dikenakan sanksi atau tindakan disiplin karena melanggar Kode Etik berdasarkan putusan Dewan Kehormatan; tidak pernah dihukum karena suatu tindak pidana  kejahatan dengan ancaman pidana 5 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mendapat kekuatan hukum tetap.      

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua