Selasa, 19 November 2019

Diduga Menyuap Jaksa, Advokat Ini Dituntut Tiga Tahun Penjara

Hakim kabulkan permohonan sebagai justice collaborator.
Aji Prasetyo
Gedung KPK. Foto: RES

Alfin Suherman dituntut tiga tahun pidana penjara oleh penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Pria yang berprofesi sebagai advokat itu diduga bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama orang, berupa memberikan uang kepada jaksa. Selain itu Suherman diminta membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. 

 

"Terdakwa II Alfin Suherman terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Alfin selama 3 tahun ditambah denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan," kata penuntut umum Asri Irwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11).

 

Dalam dakwaan pertama, Alfin dinilai terbukti menyuap Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto sebesar Rp200 juta dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Arih Wira Suranta sebesar Rp350 juta. Uang tersebut bertujuan untuk pengurusan perkara pidana yang dilaporkan Sendy Pericho, klien Alfin.

 

Sendy Pericho diketahui melaporkan rekannya Hary Suwanda dan Raymond Rawung ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana Chaze Trade Ltd belasan miliar rupiah. Berkas itu diserahkan ke Kejati DKI Jakarta pada 2019.

 

(Baca juga: Ada Advokat Ikut Kena OTT dalam Kasus Suap Jaksa, Siapa Dia?)

 

Sendy, klien Alfin, diduga berkeinginan menjebloskan rekan bisnisnya ke dalam penjara. Setelah berkas lengkap ia dengan bantuan Tjhin Tje Ming alias Aming bertemu dengan Kepala Seksi Keamanan Negara Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lain (Kamnegtibum dan TPUL) Kejati DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas agar berkas perkara Hary Suwanda dkk menjadi perhatian Agus Winoto selaku Aspidum.

 

Yuniar mengatakan bahwa perkara tersebut berada di bawah kendali Awaludin selaku Kepala Seksi Orang dan Harta Benda (Kasi Oharda) serta ditangani Arih Wira Suranta sebagai jaksa penelitinya. Yuniar bersedia untuk membantu. Berkat bantuan Yuniar, Sendy dan Alfin dapat bertemu Arih Wira Suranta dan memberikan uang Rp50 juta kepadanya agar berkas perkara Hary Suwanda dkk segera dinyatakan lengkap pada 19 Februari 2019.

 

Penyerahan uang kedua dilakukan pada 1 April 2019 di Cafe Starbuck Gedung Tempo Pavillion 1, dimana Sendy Pericho bersama dengan Udin Zaenudin selaku staf Alfin Suherman menyerahkan uang Rp100 juta kepada Arih Wira Suranta untuk pengurusan perkara. Namun pada sekitar Mei 2019 di ruang Bantuan Hukum Rutan Salemba, Sendy Pericho membuat kesepakatan dengan Hary Suwanda bersedia membayar kerugian dalam bentuk uang tunai Rp5,5 miliar ditambah jaminan sertifikat ruko Thamrin Residence yang ditaksir senilai Rp5,5 miliar sehingga total menjadi Rp11 miliar.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua