Selasa, 19 November 2019

NMCC PERADI Diminati Banyak Kampus

Animo terhadap NMCC PERADI cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan terdaftarnya 51 universitas dan sekolah tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.
CT-CAT

National Moot Court Competition atau Kompetisi Nasional Peradilan Semu yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indoenesia (PERADI) diminati banyak kampus. Hal itu ditandai dengan terdaftarnya 51 universitas dan sekolah tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

 

Wakil Ketua Panitia NMCC PERADI Rivai Kusumanegara menjelaskan selama ini kompetisi sejenis diikuti 10 hingga 16 kampus, bahkan beberapa di antaranya di bawah 10 kampus. Sehingga, dapat dikatakan animo terhadap NMCC PERADI cukup tinggi.

 

"Sejak awal kami sudah memperkirakannya, sehingga dibuat babak eliminasi. Animo NMCC ini cukup spektakuler dan jadi penyemangat kami,” kata Rivai di sela kunjungannya ke Menkopolhukam RI bersama jajaran pengurus DPN PERADI (14/11).

 

Kompetisi ini pertama kali diadakan di Indonesia dengan topik Hukum Tata Usaha Negara dan Sistem Pemberkasan E-Litigation. Penyerahan berkas sendiri dapat dilakukan dengan cara mengunggah dokumen pada situs yang telah disediakan, sehingga lebih efisien dan dapat diakses dari wilayah mana pun.  

 

Dalam seleksi administrasi yang berlangsung hingga tanggal 17 Oktober 2019, terdapat 35 universitas dan sekolah tinggi yang telah mengunggah berkas gugatan beserta surat keterangan dekan. Selanjutnya, 35 surat gugatan diserahkan pada dewan juri babak eliminasi yang terdiri atas hakim, dosen, dan advokat.

 

Setelah melalui serangkaian penilaian, ada 12 delegasi dengan nilai terbaik yang dinyatakan lolos babak eliminasi. 12 Delegasi tersebut berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hassanudin, Universitas Bandar Lampung, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Sumatera Utara, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan terakhir Universitas Negeri Semarang.

 

Rivai menjelaskan, 12 delegasi akan mengikuti workshop dengan trainer hakim, dosen, dan advokat di empat kota berbeda. Tujuannya agar seluruh delegasi memahami praktik peradilan tata usaha negara dan mampu menyajikan simulasi yang baik dalam babak penyisihan maupun final yang akan digelar bulan Februari 2020.

 

"Awalnya workshop akan diadakan akhir November ini. Namun, karena berbenturan dengan Rakernas PERADI, maka dimulai awal Desember 2019," jelas Rivai.

 

Selain Piala Bergilir, PERADI menyediakan Piala Juara 1 hingga Piala Juara 3 termasuk dana pembinaan dan beasiswa pendidikan advokat dengan total Rp95 juta.

 

Ketua Umum PERADI, Fauzie Yusuf Hasibuan menjelaskan kegiatan NMCC PERADI ini bertujuan untuk membangun pendidikan hukum serta mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi penegak hukum yang profesional, cerdas, dan berintegritas.

 

 

Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua