Jumat, 22 November 2019

Perlindungan Advokat Terhadap Delik Contempt Of Court Oleh: Agung Pramono*)

Bagaimana dengan pengaturan dari kekerasan atau intimidasi baik verbal maupun fisik yang ditujukan terhadap advokat yang dilakukan oleh sesama penegak hukum?
RED
Agung Pramono. Foto: Istimewa

Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Non Yudisial, Dr. Sunarto, SH., MH. menyampaikan bahwa “Pengadilan merupakan lembaga yang berfungsi untuk mengkoordinasi sengketa-sengketa yang terjadi dalam masyarakat, dan merupakan ‘rumah pengayom’ bagi masyarakat pencari keadilan”.

 

Akan tetapi, di rumah pengayoman itu, menyimpan catatan traumatik tentang kasus yang menjerat advokat senior Adnan Buyung Nasution yang menginterupsi pembacaan putusan Majelis Hakim. Menteri Kehakiman Ismail Saleh menuduh para pembela dari YLBHI telah melecehkan Pengadilan dan wibawa Hakim, atau telah terjadi Contempt of Court (CoC).

 

Ketua PN Jakarta Pusat kemudian mengeluarkan SK berupa sanksi administratif kepada Buyung dengan mengusulkan kepada Menteri Kehakiman untuk mencabut izin praktiknya, tanpa pemeriksaan dan kesaksian dari pelaku-pelaku yang ada di lokasi. Tapi entah kenapa dan bagaimana Buyung tidak pernah diadili dengan pasal 207 KUHP. (Luhut MP. Pangaribuan, Pengadilan, Hakim, Dan Advocad, Pustaka kemang, Jakarta, 2016)

 

Jauh setelahnya Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MARI, Dr. H. Zarof Ricar SH., S.Sos., M.Hum. mengatakan, “Peradilan bukan hanya berbicara mengenai hakim dan aparat pengadilan saja, tapi semua pihak yang berada di dalam ruang persidangan. Tempat persidangan merupakan tempat yang sakral, maka semua pihak harus menghormatinya”. Secara etimologi, pengadilan adalah rumah pengayoman hukum bagi masyarakat.

 

Profesionalisme Advokat

Akar kata Advokat berasal dari bahasa Latin yaitu Advocatus, artinya orang yang membantu seseorang dalam perkara. Profesi atau profesus (latin) merupakan pengakuan atau komitmen iman, atau pernyataan kesungguhan hati, atau janji di muka umum, maka apabila advokat setia kepada komitmen moralnya, dia tidak akan mengkhianati profesinya.

 

Dalam sistem peradilan pidana, peran advokat telah ada sejak proses penyelidikan sampai dengan proses rehabilitasi untuk memastikan bahwa hak-hak seorang tidak dilanggar. Betapa sulitnya batin advokat dalam menyelaraskan antara keharusan memihak dalam istilah Belanda noodzakelijke eezijdigheid (kemurnian yang diperlukan), di sisi lain berkewajiban mengemukakan penilaian yang obyektif dalam ethische legimitatie (identifikasi etis).

 

Praktik profesional lazimnya berdasar pada kemampuan mengejawantahkan pengetahuan formal kemudian dipadukan dengan pendekatan etis dalam pekerjaan yaitu kode etik. Profesi yang mantap untuk dijadikan sebagai wakil bukan abdi kliennya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua