Rabu, 27 November 2019

Kesan Positif Notaris Dunia atas Penyelenggaraan Kongres UINL di Indonesia

Sejumlah peserta menghabiskan waktu penerbangan berjam-jam dari negara asal dan menyeberangi berpulau-pulau untuk sampai ke Jakarta.
Moh. Dani Pratama Huzaini
Sebagian peserta luar negeri Kongres Notaris Dunia di Jakarta. Foto: RES

Pelaksanaan institutional meeting sebelum penyelenggaraan Kongres Notaris Internasional ke–29 telah memasuki hari ketiga. Sejak dimulai pada Minggu (24/11) lalu, institutional meeting ini telah membahas sejumlah isu-isu menarik yang berkaitan langsung dengan peran dan fungsi notaris dihubungka dengan pesatnya perkembangan teknologi di era digital ini.

Beberapa notaris asing yang sempat ditemui hukumonline mengungkapkan kesannya terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Kongres International Union of Notaries (UINL) ini. Untuk diketahui, Indonesia adalah negara pertama di Asia yang berkesempatan menjad tuan kongres notaris internasional ini. Terkahir, pelaksanaan kongres berlangsung di Prancis pada 2016 lalu.

Presiden Organisasi Notaris Jepang (Japan National Notaries Association), Ono Shigekuni mengungkapkan hal ini dengan satu kata.  “Meaningful,” ujar Ono kepada hukumonline di sela-sela berjalannya institutional meeting, Senin (25/11), di Jakarta.

Menurut Ono, penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Kongres ke–29 ini sangat berarti bagi negara-negara Asia lainnya mengingat sebelum ini tidak pernah sekalipun penyelenggaraan Kongres UINL dilakukan di Asia.

(Baca juga: Kongres Notaris akan Bahas Revolusi Industri dan Tantangannya).

Anggota Dewan Kehormatan UINL, Roland Niklaus mengungkapkan antusiasmenya berada di Indonesia. Menurut Notaris yang berasal dari Swiss ini, dirinya telah lama mengenal Notaris Indonesia. Untuk itu, keberadaan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres ke–29 sudah sepatutnya.

Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari seluruh panitia dan notaris Indonesia selaku tuan rumah. Untuk itu, ia berharap Notaris Indonesia yang jumlahnya sekitar 17.000-an dapat memperoleh manfaat dari momen ini. Menurut Roland, jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan notaris di Swiss yang hanya berkisar 500-an orang. “Di Swiss hanya 500 Notaris makanya di sini besar sekali,” ujarnya.

Khusus terkait tema kongres, Roland menyebutkan topik digitalisasi merupakan topik yang sangat penting bagi keberlangsungan profesi notaris ke depan. Ia mengungkapkan adanya kemungkinan notaris untuk berkembang seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun Roland mengingatkan tentang pentingnya menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang membutuhkan jasa notaris.

(Baca juga: Rangkaian Kongres UINL ke-29, Notaris Lintas Negara Bahas Beragam Isu).

Christian Scahl dari Jerman mengungkapkan bahwasanya dirinya sangat senang berada di Indonesia. Ia ikut mengapresiasi kemampuan notaris Indonesia berperan sebagai tuan rumah kongres kali ini. “Notaris Indonesia itu sangat kuat karena dia bisa mengorganisasi banyak untuk mengadakan kongres (dengan jumlah peserta 1.500 orang),” ujar Christian.

Menurut Christian, animo notaris-notaris dunia yang datang ke Indonesia juga cukup tinggi. Mereka rela menghabiskan waktu penerbangan berjam-jam dari negara asal dan menyeberangi berpulau-pulau untuk sampai ke Jakarta. Ini menunjukkan tekad para peserta yang menakjubkan.

Wakil Presiden UINL, Richard Bock mengingatkan, Kongres kali ini sangat penting bagi masa depan notaris dunia antara lain karena mengangkat isu yang lagi tren, digitalisasi. Bock menyampaikan pesan khusus kepada para peserta. “Ada dua yang paling penting: apa yang kita tahu dan apa yang harus kita lakukan”.

Richard juga mengungkapkan kegembiraannya karena sempat diberi kesempatan sebagai pembicara di pembukaan institutional meeting. Ia berbicara lagi pada roundtable discussion mengenai tiga hal. Pertama tentang digitalisasi yang merambah dunia notaris, kemudian terkait standarisasi akta notaris agar notaris memiliki dokumen yang terstandar, serta sistem hukum di sejumlah negara.

Menurut Richard, negara-negara Eropa yang besar seperti Jerman dan Prancis cenderung masih tradisional. Untuk itu mereka sedang mencari pendekatan yang tepat untuk mendorong kemajuan ekonomi di negaranya. Ia ingin berbicara tentang arah kemajuan ekonomi kaitannya dengan tugas-tugas notaris.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua