Rabu, 27 November 2019

Marak Penipuan, Jenis Data Pribadi Ini Penting Dirahasiakan

Bukan hanya PIN, data lain yang harus dirahasiakan yaitu OTP, CVV, nama ibu kandung, dan nomor ponsel.
Ady Thea DA
Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika. Foto: RES

Di era revolusi industri 4.0 ini penting bagi setiap orang untuk menjaga data pribadinya di tengah maraknya modus penipuan menggunakan teknologi informasi. Untuk itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ahmad M Ramli mengimbau masyarakat untuk waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadinya.

 

“Upaya ini penting karena masih banyak masyarakat yang belum paham apa saja data pribadi yang harus dirahasiakan,” ujar Ahmad Ramli sebagaimana dikutip laman kominfo.go.id, Senin (25/11/2019).

 

Ramli menjelaskan umumnya masyarakat hanya merahasiakan kode personal identification number (PIN). Padahal, selain itu, ada sejumlah data penting lain yang patut untuk dirahasiakan, seperti one time password (OTP), CVV (tiga kode khusus di belakang kartu kredit), nama ibu kandung, dan nomer ponsel. “Jangan sekali-kali bocorkan ini,” ujarnya mengingatkan.

 

Dia mengingatkan kesadaran menjaga data pribadi sangat penting, mengingat ada pergeseran dalam modus penipuan yang marak belakangan ini. Modus penipuan yang selama ini ada seperti undian berhadiah, jual barang murah, dan pinjaman uang. Sekarang modus terbaru yakni penipuan melalui akun WhatssApp (WA) dan sejenisnya.

 

Misalnya, ganti nomor ponsel, tapi WA masih terpasang pada nomor yang sudah tidak digunakan itu. Ternyata nomor itu diaktifkan orang lain. “Otomatis orang lain seolah memiliki nomer WA yang punya Saudara,” lanjutnya.

 

Modus lain yaitu penipuan dengan nomor telepon mirip call center institusi perbankan tertentu. Misalnya nomor call center BCA 1500888, tapi modus penipuan menggunakan nomor yang mirip seperti +1622888, dan +161500888. Untuk mengantisipasi modus ini, Ramli memaparkan ada cara yang bisa dilakukan terutama dalam menggunakan media sosial, antara lain mengatur privasi dan status pribadi.

 

"Ada pengaturan privacy yang Anda harus jaga betul, mengontrol pembaharuan status, memblokir pengguna tidak diinginkan dan menghapus percakapan dan menduplikasi yang dua langkah,” imbaunya. Baca Juga: Pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi Segera Dibahas

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua