Kamis, 28 November 2019

INI Gelar Gladi Resik untuk Kongres Internasional Notaris 2019

Setelah sebelumnya diadakan di Paris, Prancis, INI dipercaya sebagai penyelenggara Kongres Internasional Notaris pada tanggal 28-30 November mendatang.
CT-CAT

Kongres Internasional Notaris 2019 tinggal menunggu hitungan jam. Beragam hal telah dipersiapkan untuk menyambut terselenggaranya kongres kelas dunia yang ke-29. Indonesia sendiri menjadi negara pertama di Asia yang dipercaya menjadi tuan rumah kongres, selama 70 tahun berdirinya Union of Notaries (Union International del Notariado Latino—UINL).

 

Prosesi gladi kotor sendiri dimulai dari pukul 18.00, yang kemudian berlanjut ke penyelenggaraan gladi bersih. Persiapan berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala apa pun. “Setelah ini hanya perlu gladi resik saja. Untuk gladi resik sendiri, kami menunggu kepastian dari Presiden Joko Widodo selaku pembuka kongres. Rencananya, acara akan dimulai jam 10.30 dengan sedikit perubahan rundown,” tutur Alya Rohali, anggota Ikatan Notaris Indonesia (INI) sekaligus salah satu panitia acara.

 

Setelah sebelumnya diadakan di Paris, Prancis, INI dipercaya sebagai penyelenggara Kongres Internasional Notaris pada tanggal 28-30 November mendatang. Bagi INI, kepercayaan ini merupakan sebuah penghormatan, mengingat sebelum penunjukan—Tiongkok dan Mongolia pernah pula meminta untuk menjadi tuan rumah kongres. Adapun selain diskusi panel yang membahas tentang profesi notaris dan tantangannya di era revolusi industri 4.0, akan ada pula agenda pemilihan presiden notaris dunia periode 2020-2023.

 

Kongres ini akan dihadiri sekitar 1.500 notaris dunia yang berasal dari 89 negara. Untuk mempermudah jalannya acara, kongres juga akan dilengkapi dengan tujuh bahasa penyampaian.

 

“Semoga kongres besok dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti dan kekurangan satu pun,” ucap Alya sambil berharap.

 








Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI).


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua