Selasa, 10 December 2019

Siapkan SDM Unggul, IBLAM School of Law Luncurkan Logo Baru

Visi dan misi terbaru IBLAM yakni menjadikan sekolah tinggi ilmu hukum yang berintegritas, unggul di tingkat nasional, dan berdaya saing global.
Aida Mardatillah
Konferensi pers peluncuran logo baru IBLAM School of Law (STIH IBLAM) di Kampus IBLAM Jakarta, Senin (9/12). Foto: AID

Guna memperkuat komitmennya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang hukum di era industri 4.0, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM meluncurkan logo baru. Ketua IBLAM School of Law Adi Sujatno mengatakan logo baru IBLAM berasal dari pemikiran-pemikiran filosofi. Pertama, filosofi jawa honocoroko.

 

“Yang kita ambil coroko-nya, ialah cipta rasa dan karsa yang memberi semangat baru dengan olah jiwa, olah raga, dan olah karsa agar berintegritas dan mampu berdaya saing sesuai visi misi Presiden Jokowi yakni SDM Unggul Indonesia Maju,” kata Adi di Kampus STIH IBLAM Jakarta, Senin (9/12/2019).

 

Kedua, filosofi jari tangan yang bermakna, misalnya jempol artinya hebat; telunjuk artinya pemimpin; jari tengah artinya unggul; jari manis yaitu manis.

 

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIH IBLAM Iman Santoso mengatakan adanya perubahan logo IBLAM ini dengan harapan IBLAM dapat lebih maju dan berintegritas serta berdaya saing global. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan antarperguruan tinggi semakin lama semakin ketat dan tantangannya terus berupaya meningkatkan jumlah lulusan terbaik.

 

“Itulah urgensi perubahan yang akan diwujudkan oleh IBLAM. Semoga institusi ini menjadi unggul dan berdaya saing global,” harap Iman.

 

Wakil Ketua III Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH IBLAM Marjan Miharja mengatakan ke depan IBLAM harus mampu menjawab tantangan melalui penelitian dengan modal integritas yang tetap santun dan mengglobal. “Lulusan IBLAM harus mampu bersaing dan nilai-nilai kekeagamaan dan kebangsaan tercermin dalam IBLAM,” ujarnya.

 

Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM (YLPIHM IBLAM) Rahmat D. Putranto meyakini integritas adalah kunci perbaikan SDM di bidang hukum. Integritas juga menjadi visi dan pilar utama dari empat pilar perjuangan kami, yakni integritas, religius, nasionalis, dan berdaya saing global.

 

“Kita sadar, perjuangan tersebut harus semakin dikukuhkan dalam satu rumah yang bersahabat dan terbuka bagi semua elemen masyarakat dan pemangku kepentingan,” kata Rahmat.

 

Rahmat mengatakan sehubungan dengan komitmen tersebut, IBLAM secara resmi mengumumkan beberapa hal yakni visi dan misi terbaru IBLAM yakni menjadikan sekolah tinggi ilmu hukum yang berintegritas, unggul di tingkat nasional, dan berdaya saing global.

 

Dia menerangkan penegasan penyebutan brand institusi menjadi “IBLAM School of Law/IBLAM SL”. Dan logo baru kombinasi bentuk empat bulat yang melambangkan elemen perjuangan mencapai kemajuan yaitu (a) dosen, (b) mahasiswa, (c) masyarakat, dan (d) pemerintah. Sementara bentuk kotak dengan bulatan di tengah sebagai lambang satu tujuan dalam satu rumah perjuangan untuk menghasilkan ahli hukum yang berintegritas, dan empat garis lurus yang melambangkan empat nilai-nilai dasar perjuangan IBLAM SL.

 

“Jika seluruhnya digabungkan akan terlihat bentuk perisai. Adapun perisai ini bermakna, bahwa pendidikan hukum harus dijadikan instrumen untuk melindungi dan menghadapi serangan kebodohan, kekacauan, dan segala ketidakadilan,” kata Rahmat.

 

Rahmat juga mengatakan IBLAM terbuka bagi masyarakat umum yang kurang mampu untuk menempuh pendidikan di IBLAM, karena ada beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh IBLAM. “IBLAM ingin membuat pendidikan hukum untuk semua,” tegasnya.   

 

Untuk diketahui, Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM (YLPIHM IBLAM) didirikan pada 12 Juli 1993 oleh (Alm) Dr. H. Edy Susanto, S.H., M.H., M.M., M.A. Dengan kata lain, IBLAM telah berkontribusi selama 26 tahun dalam dunia pendidikan menjalankan amanat konstitusi untuk mencerdaskan bangsa, dan terus berkomitmen menghasilkan SDM unggul dan menjadi kampus yang berintegritas.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua