Selasa, 10 Desember 2019

Jangan Asal Buat, Begini Prinsip-prinsip Penting Dipahami Saat Menyusun Kontrak

Lawyer harus mengerti isi perjanjian kontrak yang dibuatnya. Kemampuan analisa bisnis juga diperlukan.
Mochamad Januar Rizki
Partner dari Kantor Hukum ADCO, Dendi Adisuryo, dalam acara Pelatihan Hukumonline 2019 bertema “Memahami Teknik Perancangan Kontrak Bahasa Indonesia” di Jakarta, Selasa (10/12). Foto: RES

Penyusunan kontrak bisnis merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki seorang advokat atau lawyer. Sebagai perancang kontrak, seorang advokat memiliki tugas antara lain meminimalisir risiko hukum, mencegah potensi sengketa, mengakomodir dan melindungi hak dan kepentingan komersial serta membatasi kewajiban dan tanggung jawab hukum para pihak.

 

Meski penyusunan kontrak merupakan hal mendasar, sayangnya masih terdapat berbagai kesalahan-kesalahan mendasar dilakukan advokat khususnya para pemula. Tentunya, kondisi tersebut berisiko menimbulkan sengketa hingga kerugian bisnis. Advokat dituntut detail dan cermat dalam menyusun kontrak transaksi sehingga risiko-risiko tersebut tidak terjadi.

 

Partner dari Kantor Hukum ADCO, Dendi Adisuryo, mengatakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki advokat yaitu memahami hukum-hukum perjanjian. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan syarat sah perjanjian dalam kontrak. Apabila terdapat transaksi yang tidak memenuhi persyaratan perjanjian maka dipastikan kontrak tersebut dibatalkan demi hukum.

 

Kemudian, Dendi juga mengungkapkan advokat juga harus memiliki kemampuan analisa bisnis, sehingga advokat dapat memperkirakan potensi keuntungan hingga kewajiban-kewajiban yang timbul dari transaksi tersebut seperti pembayaran pajak.

 

(Baca: Aspek-aspek Penting Due Diligence yang Harus Dipahami Konsultan Hukum)

 

“Pertama harus tahu basic-basic hukum perjanjian, hukum kontrak. Lawyer Indonesia harus tahu KUHPerdata. Kedua, advokat juga harus punya commercial sense, dia harus mengerti kontrak yang dia tangani, nilai komersil, tax hingga aspek-aspek bisnis lainnya,” jelas Dendi dalam acara Pelatihan Hukumonline 2019 bertema “Memahami Teknik Perancangan Kontrak Bahasa Indonesia” di Jakarta, Selasa (10/12).

 

Sumber: Materi Presentasi Dendi Adisuryo dalam Pelatihan Hukumonline

 

Selain itu, advokat juga harus memastikan dalam klausul-klausul perjanjian kontrak tidak memiliki celah sengketa. Dendi menjelaskan kemunculan celah sengketa tersebut bisa berasal dari rekanan bisnis maupun internal. Untuk mengantisipasi celah sengketa tersebut, advokat juga harus mengetahui regulasi-regulasi berkaitan transaksi yang dilakukan.

 

“Harus jeli soal loophole (celah sengketa) karena ada beberapa transaksi perjanjian yang loophole itu ada di mana-mana, baik sengaja atau tidak sengaja. Mungkin counterpart (rekanan bisnis) sengaja buat loophole itu atau enggak tahu hukum. Misal, impor barang perjanjian jangka waktunya empat tahun ternyata peraturan bilang master list dua tahun. Artinya, loophole itu sengaja karena enggak tahu peraturan,” tambah Dendi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua