Kamis, 12 December 2019

Menelusuri Jejak Klien Pro Bono di Kantor-Kantor Hukum

 

Setelah itu baru ada 35,7% yang mendapat permintaan pro bono dari Lembaga Bantuan Hukum dan sebanyak 34,3% dari Lembaga Swadaya Masyarakat. Perlu menjadi catatan khusus bahwa hanya ada 20% yang mendapatkan permintaan pro bono lewat program pro bono organisasi advokat. Di sisi lain, permintaan pro bono dari hakim atau pengadilan menjadi yang paling kecil sebesar 14,3%.

 

 

Kecilnya permintaan pro bono dari organisasi advokat seolah membenarkan penelitian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI FHUI). Peran dan komitmen organisasi advokat dalam menggiatkan pro bono oleh anggotanya masih lemah. Padahal profesi advokat berwenang mengatur diri secara mandiri sejak lahirnya UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat).

 

Hasil penelitian MaPPI FHUI berjudul Pro Bono: Prinsip dan Praktik di Indonesia menguraikan fakta tidak jauh berbeda. Faktanya, ketentuan internal organisasi advokat hanya sekadar menganjurkan untuk melaksanakan pro bono.

 

Tidak ada ketegasan mengenai akibat apa yang akan diterima advokat jika tidak menjalankan praktik pro bono. Organisasi advokat pun melepaskan tanggung jawab pelaksanaan pro bono kepada individu anggotanya.

 

Banyak usulan agar organisasi advokat aktif mengorganisir, menampung calon klien pro bono, mengelola administrasi informasinya, lalu ditawarkan ke kantor-kantor hukum. Organisasi advokat diharapkan menjadi kanal penghubung yang efektif antara pencari keadilan dengan para advokat yang akan menangani pro bono.

 

Organisasi advokat bisa berperan lebih baik agar tanggung jawab pro bono tiap anggotanya tersalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Apalagi organisasi advokat yang paling tahu jumlah dan persebaran anggotanya. Hal itu seharusnya bisa sangat berguna untuk mengefektifkan strategi pelaksanaan pro bono.

 

Lembaga lain yang diperkirakan bisa bersinergi atas pemerataan jasa pro bono adalah Lembaga Bantuan Hukum dan Pengadilan. Namun data menunjukkan jumlahnya tidak besar bahkan paling kecil. Tercatat bahwa penerima kegiatan pro bono sebesar 88,6% adalah individu. Disusul penerima penerima sebagai organisasi sebesar 44,3% dan sebagai kelompok masyarakat berkebutuhan khusus sebesar 35,7 %.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua