Senin, 16 December 2019

Tips Mengelola Medsos dan Publikasi untuk Kantor Hukum

Konsistensi dan kontinuitas menjadi kunci dalam keberhasilan suatu lawfirm mengelola media sosial.
Fitri Novia Heriani
Manajer Klinik Hukum Hukumonline, Tri Jata Ayu Pramesti, dalam acara Legal Training DPC Peradi Jakarta Pusat, Jumat (6/12) lalu. Foto: FNH

Di zaman yang serba elektronik ini, pengelolaan dan penyampaian informasi menjadi turut berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Dulu, informasi disampaikan lewat media berupa majalah, koran, pamflet dan sebagainya, namun kini informasi disajikan lewat media sosial yang dapat di akses di manapun oleh siapapun lewat smarthphone dengan jaringan internet.

 

Beberapa jenis produk pun hadir memberikan pilihan kepada pembaca untuk mendapatkan informasi. Ada jenis konten yang padat informasi tapi simple seperti infografis, ada video ataupun chatbot. Semua bisa dikemas semenarik mungkin untuk menarik minat pembaca mengakses media sosial.

 

Selain sebagai corong informasi, massifnya penggunan media sosial biasanya bertujuan untuk memperkenalkan sebuah perusahaan dan produk guna menarik konsumen. Namun pengelolaan media sosial ini bisa dikatakan susah-susah gampang. Agar tujuan dari lawfirm itu tercapai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para kantor hukum dalam mengelola media sosial.

 

Manajer Klinik Hukum Hukumonline, Tri Jata Ayu Pramesti, mengatakan bahwa hal utama yang harus dilakukan dalam mengelola media sosial bagi kantor hukum adalah menonjolkan kompetensi dari kantor hukum itu sendiri. Sehingga konten-konten yang dimunculkan dalam media sosial sesuai dengan expertise dan menjadi ciri khas lawfirm.

 

“Dari situ ‘kan calon klien bisa lihat, oh jadi lawfirm yang mau saya hire jadi advokat saya adalah lawfirm yang kuat di bidang ini,” kata Ayu dalam acara Legal Training DPC Peradi Jakarta Pusat, Jumat (6/12) lalu.

 

Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pengolahan informasi hukum di Klinik Hukumonline, Ayu juga mengingatkan jika selama ini pihaknya kerap mendengarkan pembaca. Setiap infografis dirancang up to date, responsive atas perkembangan isu di masyarakat, namun everlasting untuk dibaca kembali di masa depan.

 

Kemudian, pengelola media sosial pada sebuah lawfirm harus menentukan konten yang akan di share kepada publik. Mulai dari konten populer atau trending, konten yang tidak populer, konten timeless, daily life problems, atau menyasar ke komunitas tertentu. Hal ini penting untuk mencapai tujuan dari lawfirm itu sendiri.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua