Jumat, 20 Desember 2019

Marak Kekerasan Seksual Dialami Pramugari, IFLC Buka Posko Pengaduan

RED

Maraknya informasi mengenai terjadinya kekerasan seksual di sebuah manajemen penerbangan yang dialami pramugari, Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) turut memberi perhatian terhadap kejadian tersebut. IFLC mengecam dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan khususnya kekerasan seksual di tempat kerja.

 

Atas dasar itu, IFLC membuka posko pengaduan bagi para korban yang merasa dirugikan dan memerlukan pendampingan. “Identitas para korban tentunya akan sangat dirahasiakan,” kata Ketua IFLC Nur Setia Alam dalam siaran persnya yang diterima Hukumonline, Kamis (19/12). Ia berharap kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja tidak terjadi lagi ke depannya.

 

IFLC sendiri merupakan institusi yang beranggotakan para advokat aktif binaan Komnas Perempuan. Kekerasan seksual biasanya digunakan pelaku untuk membuat para korban menjadi relasi ketergantungan kepada pelaku dan mengikuti yang diinginkan pelaku. Hasil pemantauan Komnas Perempuan menunjukkan ketimpangan relasi kuasa sebagai ciri khas terjadinya kekerasan seksual dan membuat korban tidak berdaya.

 

Komnas Perempuan memberikan perhatian kepada informasi tersebut sebagai momentum dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan khususnya kekerasan seksual. Hal tersebut berkenaan dengan advokasi pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sangat penting bagi Masyarakat Indoneisa dalam penghapusan kekerasan seksual.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua