Selasa, 07 January 2020

MK Gelar Pisah Sambut Hakim Konstitusi Palguna-Yusmic

Aida Mardatillah

Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar acara pisah sambut Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna yang telah memasuki masa purnabhakti pada 7 Januari 2020. Dari tiga nama yang diusulkan Pansel Hakim MK Tahun 2019, Presiden Joko Widodo menetapkan Dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta Daniel Yusmic Pancastaki Foekh untuk menggantikan Palguna.

 

Mengutip informasi Humas MK, acara pisah sambut ini digelar pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB di Aula Gedung MK usai pengucapan sumpah/janji sebagai Hakim Konstitusi periode 2020-2025 di hadapan Presiden Joko Widodo pada pukul 15.00 WIB di Istana Negara Jakarta. Baca Juga: Pansel Loloskan Kandidat Hakim Konstitusi

 

Sebelumnya, nama Daniel bersama mantan Komisioner Komisi Yudisial 2005-2015 Suparman Marzuki dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum 2012-2017 Ida Budhiati diserahkan Panitia Seleksi (Pansel) Hakim MK ke Presiden Jokowi pada 18 Desember 2019 lalu.

 

Ketiganya menjadi calon hakim MK yang lolos di tahap akhir dari 8 kandidat yang mengikuti tes wawancara. Palguna sendiri habis masa tugasnya pada 7 Januari 2020 dan sudah menjabat selama dua periode sebagai hakim MK yakni periode 2003-2008 dan 2015-2020.

 

Selain Daniel, hakim konstitusi lain yang mengucapkan sumpah jabatan adalah Suhartoyo yang merupakan hakim konstitusi usulan Mahkamah Agung (MA). Ketua MA M. Hatta Ali pada 27 Desember 2019 lalu menilai Suhartoyo memenuhi syarat untuk menjadi Hakim Konstitusi periode kedua (2020-2025), sehingga MA mengusulkan kembali. Masa jabatan periode pertama Suhartoyo (7 Januari 2015-7 Januari 2020) berakhir pada 7 Januari 2020. 

 

Suhartoyo merupakan hakim yang pernah bertugas di PN Curup pada 1989; PN Metro pada 1995; PN Tangerang pada 2001; dan PN Bekasi sebelum akhirnya menjabat sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PN Praya pada 2004; Wakil Ketua PN Pontianak pada 2009; Ketua PN Pontianak pada 2010; Wakil Ketua PN Jakarta Timur pada 2011; dan Ketua PN Jakarta Selatan pada 2011.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua