Rabu, 08 Januari 2020

Pesan Palguna untuk Hakim Konstitusi Daniel Yusmic

Selepas masa tugas, Palguna kembali mengajar di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Palguna menyambut Hakim Konstitusi baru Daniel Yusmic Pancastaki Foekh sambil berucap "welcome to the jungle".
Aida Mardatillah
Ketua MK Anwar Usman (kiri) bersama Palguna, Hakim Konstitusi Suhartoyo dan Daniel Yusmic saat acara pisah sambut hakim konstitusi di Gedung MK Jakarta, Selasa (7/1/2020). Foto: RES

I Dewa Gede Palguna resmi meninggalkan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran memasuki masa tugasnya sebagai hakim konstitusi untuk periode keduanya (2015-2020) pada 7 Januari 2020. Hakim yang dikenal kritis saat bersidang ini digantikan Daniel Yusmic Pancastaki Foekh yang baru saja mengucapkan sumpah/janji sebagai hakim konstitusi periode 2020-2025 di hadapan Presiden di Istana Negara, Selasa (7/1/2020).      

 

Dalam acara pisah sambut, Palguna menyampaikan permohonan maaf dan terima kasihnya kepada para hakim konstitusi dan pegawai MK. “Dengan kerendahan hati dan ketulusan, saya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan yang tidak sengaja. Semuanya saya ucapkan terima kasih,” ujar Palguna dalam acara pisah sambut Hakim Konstitusi di Gedung MK Jakarta, Selasa (7/1/2020). Baca Juga: MK Gelar Pisah Sambut Hakim Konstitusi Palguna-Yusmic

 

Setelah purna tugas, ia berencana kembali menjadi pengajar di Universitas Udayana, Bali. “Setelah sepuluh tahun mengemban tugas sebagai hakim konstitusi, kini saatnya saya kembali ke ‘habitat’ asal menjadi akademisi bidang hukum di kampus yang saya cintai," kata Palguna.

 

Palguna merasa senang karena dalam waktu dekat bisa kembali mengajar sebagai dosen yang memang sejak awal menjadi cita-citanya. "Cita-cita saya sebenarnya sangat sederhana, menjadi dosen atau guru, dan itu terjadi," ujarnya.

 

Selepas masa tugas sebagai hakim konstitusi, dirinya bakal kembali menikmati hobinya di bidang seni. Palguna mengaku pernah menekuni bidang teater, pernah menjadi figuran di dua judul film. Hobi seni ini, sesekali masih ia jalani selama menjadi hakim konstitusi. Ia bakal banyak mendatangi acara-acara teater atau pameran lukisan. "Temen-temen saya sekarang di dunia kesenian, teater," kata dia.

 

Dia mengaku tak tertarik lagi terjun ke dunia politik. Pada 1999, ia sempat menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia menjelaskan saat menjabat anggota MPR sekaligus dosen muda di Universitas Udayana, dirinya bukan berasal dari partai politik, melainkan dari utusan daerah. 

 

Banyak partai politik yang menawari Palguna untuk bergabung. Namun, tawaran itu selalu ditolak. "Saya cuma bisa menulis, saya fokus pada kampus. Enggak tertarik politik dan kembali kepada teman-teman seni saya,” kata dia.

 

Ketika ditanya apa yang akan dirindukan di MK, Palguna menjawab saat berdebat dengan rekan-rekan hakim konstitusi lain di Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) dalam pembahasan setiap permohonan terutama Hakim Konstitusi Suhartoyo dan Saldi Isra. “Pastinya, bertengkar, berdebat dengan para hakim konstitusi dalam RPH. Perdebatan saya paling keras sama orang-orang itu. Kami bikin ramai di RPH,” kata dia sambil tertawa.

 

Dia menganalogikan perbedaan pendapat di MK dengan dunia jurnalistik. Misalnya, fakta boleh sama, tetapi pemahaman boleh berbeda, sehingga menghasilkan reportase yang berbeda. “Sama di MK juga begitu, kita melihat persoalan yang sama, tetapi bisa menafsirkan dan memberi pendapat hukum serta kesimpulan yang berbeda. Sebab, orang bisa melihat dari angle yang macam-macam. Itu yang membuat menarik,” kata dia.

 

Menyambut Daniel Yusmic

Dalam kesempatan ini, Palguna menyambut Hakim Konstitusi baru Daniel Yusmic Pancastaki Foekh yang menggantikan dirinya sambil berucap "welcome to the jungle". "Saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Daniel Yusmic. Sebagai generasi yang lahir di era kejayaan heavy metal, saya ucapkan salam Guns N Roses, welcome to the jungle," kata Palguna disambut tepuk tangan para tamu undangan.

 

Ucapan Palguna menyambut Daniel Yusmic dengan kalimat “welcome to the jungle” itu memiliki arti tempat bermuaranya segala persoalan bangsa melalui pengujian undang-undang, sengketa pemilu/pilkada, sengketa kewenangan antarlembaga. "Dari mulai persoalan politik yang gawat-gawat, hingga persoalan ternak dan tumbuh-tumbuhan. Semua ada di sini, di MK. Ini rumah kita, loh kok jadi (judul lagu) God Bless ya," kata dia sambil tertawa lagi.

 

Dalam kesempatan ini, Palguna berpesan untuk Daniel Yusmic agar kuat dan berhati-hati. Sebab, jika tidak, bukan tidak mungkin seorang hakim bakal “tersesat”. “Yang Mulia (Daniel) lebih muda dari saya dan kita sama-sama bertolak dari kampus, maka saya dalam tanda petik berani memberi tahu satu hal penting. Percayalah, tidak mudah untuk berpikir dan bersikap merdeka," ujarnya mengingatkan.

 

Dia juga berpesan kepada hakim dan advokat. Mengutip novel karangan Jhon Grisham, seorang sarjana hukum yang sukses mentransformasikan keahliannya di bidang hukum ke dalam karya sastra, “Di dunia hukum ada satu batas yang tak boleh Anda lewati, mungkin jika sekali Anda melewati batas itu atau terlalu sering melewatinya batas itu akan hilang. Jika hilang Anda akan menjadi olok-olok.”

 

“Pasti seorang hakim dan lawyer pernah dekat atau hampir dekar dengan batas itu. Doa saya cuma satu, semoga Anda (Daniel Yusmic) jangan pernah melewatinya,” pintanya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua