Kamis, 09 Januari 2020

Dari Barang KW hingga Siapa Pencipta dan Pemegang Hak Cipta?

 

Ketahui rincian langkah pendaftaran dan biaya yang dibutuhkan dengan klik tautan pada judul.

 


  1. Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Sebelum Mendaftarkan Merek

Sebagai salah satu langkah sebelum mendaftarkan merek, kamu dapat melakukan penelusuran merek terdaftar untuk mengetahui apakah merek yang kamu akan daftarkan telah lebih dulu terdaftar atau dimohonkan oleh pihak lain.

 

Penelusuran tersebut dapat dilakukan melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual.

 


  1. Jangka Waktu Hak Merek dan Syarat Perpanjangannya

Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama.

 

Untuk melakukan perpanjangan, kamu harus memerhatikan jangka waktu yang diberikan untuk melakukan permohonan perpanjangan. Perihal apa lagi yang harus diperhatikan? Temukan jawabannya dalam tautan pada judul di atas.

 


  1. Siapa Pencipta dan Siapa Pemegang Hak Cipta?

Dalam hubungan kerja, jika diperjanjikan, pemberi kerja merupakan pemegang hak cipta atas suatu ciptaan. Maka dari itu, pencipta dan pemegang hak cipta bisa saja merupakan dua subjek hukum berbeda, sehingga pemberi kerja dapat melaksanakan hak ekonomi atas suatu ciptaan tanpa izin dari penciptanya.

 

Namun, apakah peraturan perusahaan merupakan medium yang dapat dijadikan dasar bagi perusahaan untuk menjadi pemegang hak cipta? Selengkapnya dapat diklik tautan pada judul di atas.

 

Demikian 5 artikel kekayaan intelektual paling “laris” sepanjang tahun 2019. Jika kamu punya pertanyaan, silakan kirim pertanyaan ke http://www.hukumonline.com/klinik. Tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawabannya dulu ya! Siapa tahu sudah pernah dijawab oleh Tim Klinik.

 

Ikuti juga media sosial Tim Klinik di Instagram (@klinikhukum), Facebook (Klinik Hukumonline), dan Twitter (@klinikhukum). Jangan lupa dengarkan juga berbagai ulasan Klinik dalam format audio pada platform podcast kesayanganmu!

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua