Jumat, 10 Januari 2020

24 Ribuan Advokat Resmi Masuk Sistem E-Court

 

Berikut daftar advokat yang tercatat dalam sistem e-court:  





































































































































































PENGADILAN TINGGI



Terdaftar dan Melengkapi Data



Terverifikasi



PENGADILAN TINGGI JAKARTA



4.078



3.829



PENGADILAN TINGGI SURABAYA



3.612



3.432



PENGADILAN TINGGI BANDUNG



3.714



3.413



PENGADILAN TINGGI SEMARANG



1.898



1.834



PENGADILAN TINGGI MEDAN



1.819



1.571



PENGADILAN TINGGI PEKANBARU



994



957



PENGADILAN TINGGI BANTEN



1.024



950



PENGADILAN TINGGI PALEMBANG



889



864



PENGADILAN TINGGI MAKASSAR



1.146



807



PENGADILAN TINGGI TANJUNG KARANG



682



645



PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA



675



596



PENGADILAN TINGGI DENPASAR



661



590



PENGADILAN TINGGI SAMARINDA



491



461



PENGADILAN TINGGI PADANG



477



427



PENGADILAN TINGGI MATARAM



405



384



PENGADILAN TINGGI MANADO



364



351



PENGADILAN TINGGI PONTIANAK



334



316



PENGADILAN TINGGI BANJARMASIN



320



305



PENGADILAN TINGGI KENDARI



312



296



PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH



302



278



PENGADILAN TINGGI JAMBI



288



274



PENGADILAN TINGGI PALU



284



265



PENGADILAN TINGGI JAYAPURA



258



237



PENGADILAN TINGGI AMBON



245



231



PENGADILAN TINGGI BENGKULU



231



224



PENGADILAN TINGGI KUPANG



195



180



PENGADILAN TINGGI PALANGKARAYA



120



117



PENGADILAN TINGGI MALUKU UTARA



83



81



PENGADILAN TINGGI GORONTALO



110



66



PENGADILAN TINGGI BANGKA BELITUNG



68



63


 

26.079



24.044


 

Selain itu, ada pengguna lain e-court selain advokat. Misalnya, para sarjana hukum yang dapat membela di pengadilan, tetapi tidak mempunyai kartu advokat, seperti paralegal, hakim, jaksa, pihak terkait. Dari 281 pengadilan negeri, MA mencatat terdapat 10.636 pengguna lain. Terbanyak di PN Surabaya sebanyak 503 pengguna lain terdaftar di e-court.

 

“Dari 291 pengadilan agama terdapat 2.617 pengguna lain, terbanyak ada di Pengadilan Agama Jakarta Pusat sebanyak 627 pengguna lain terdaftar dalam sistem e-court,” kata Abdullah.

 

Dia melanjutkan jumlah pengadilan yang sudah aktif menggunakan e-court di Pengadilan Umum tercatat 382 Pengadilan Negeri; 412 Pengadilan Agama; dan 30 PTUN. Dari 382 Pengadilan Negeri yang telah menerapkan e-court totalnya sudah tercatat 33.707 perkara terdaftar; jumlah perkara yang sudah dibayarkan biaya perkaranya sebanyak 22.370; dan berhasil mendapat nomor perkara sebanyak 22.143 perkara.

 

Sedangkan 412 Pengadilan Agama yang menerapkan e-court sebanyak 34.878 perkara terdaftar; yang sudah dibayarkan biaya perkaranya sebanyak 25.349 perkara; dan berhasil mendapat nomor perkara sebanyak 25.088 perkara. “Kalau di PTUN, dari 30 PTUN yang telah menerapkan e-court sebanyak 958 perkara terdaftar; sebanyak 518 perkara telah dibayar; dan sebanyak 574 perkara yang telah mendapat nomor perkara,” katanya. Baca Juga: Mulai 2020, Sidang E-Litigasi Berlaku Seluruh Indonesia

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua