Minggu, 12 Januari 2020

Potret Pasca Banjir

Sampah dan lumpur masih menjadi pemandangan di dua perumahan yang terdampak banjir.
Resa Esnir
Foto: RES

Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI), Boston University Alumni dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) memberikan bantuan kepada para korban banjir di dua perumahan, Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa-Jatiasih, Kota Bekasi dan Vila Nusa Indah, Bogor.

Lumpur bercampur sampah masih menjadi pemandangan yang tidak sedap di dua perumahan yang terdampak banjir awal tahun 2020 itu. Bahkan, di beberapa sudut lokasi masih terlihat banyaknya lumpur yang mulai menimbulkan bau tak sedap.

ILUNI FHUI, ILUNI UI dan Boston University Alumni bergerak meringankan para korban dengan memberikan bantuan, Minggu (12/1). Ketiganya berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp200 juta yang diberikan kepada korban dalam bentuk care package untuk orang dewasa dan anak-anak, serta cleaning package untuk seluruh korban banjir.

Kegiatan ini di dukung oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan  PT Combiphar dalam bentuk penyediaan obat serta vitamin, dan juga Shopee dalam bentuk tambahan care package. Dua perumahan tersebut dipilih setelah tim internal melakukan survei sehingga titik bantuan dikhususnyak di RW 08 Pondok Gede Permai dan RW 14-15 Vila Nusa Indah.

Selain menyalurkan bantuan berupa Care Package dan Cleaning Package, ILUNI FHUI, ILUNI UI dan Boston University Alumni juga mengadakan kegiatan kerja bakti dengan nama Global Day of Service: Bebersih Dampak Banjir PGP dan VNI untuk membersihkan lingkungan yang masih mengalami dampak banjir. Tampak para relawan berjuang membersihkan lumpur beserta sampah di kedua lingkungan tersebut.

Ketua Umum ILUNI FHUI, Ashoya Ratam, Ketua Umum ILUNI UI, Andre Rahadian dan President of Boston University Alumni, Didit Agripinato R, turun memimpin langsung yang diikuti oleh para pengurus ketiga lembaga tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ashoya menyatakan keprihatinannya dan turut berduka terhadap peristiwa banjir yang melanda beberapa kawasan. Ia sadar bahwa penanganan korban bencana banjir tidak dapat dilakukan atau diselesaikan dalam waktu singkat. Ashoya juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak lain, TNI, Polri, Relawan dan Warga yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti ini.

“Untuk itulah, kami memilih untuk fokus pada penanganan pasca banjir. Kami berharap bahwa apa yang kami lakukan ini dapat membantu meringankan saudara-saudara kita, di mana penanganan pasca banjir juga sama pentingnya. Kami berupaya maksimal agar saudara-saudara kita dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala,” katanya.

Selain karena medan yang cukup sulit diterjang kendaraan berat, wilayah RW 08 PGP juga sangat dekat dengan sungai penghubung kali Cikeas dan Cilengsi. Belum lagi terbatasnya petugas pembersih di wilayah tersebut.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi sabanyak 4.190 warga korban banjir di Bekasi telah terjangkit penyakit pasca banjir yang menerjang 1 Januari lalu. Kebanyakan warga terserang penyakit karena bau tak sedap, juga gatal-gatal.

Berdasarkan pengamatan Hukumonline di lapangan, sebagian warga terlihat masih membersihkan peralatan rumah tangga mereka. Kondisi lingkungan pasca banjir juga berangsur pulih. Meski begitu, masih terdapat di beberapa sudut lumpur dan barang-barang warga yang belum dibersihkan, lantaran alat berat pengangkut sampah terlihat hanya satu.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua