Senin, 13 Januari 2020

Presiden Ingatkan 3 Hal Cegah Kekerasan terhadap Anak

Karena periode 2015-2016, jumlah kasus kekerasan terhadap anak meningkat dari 1.975 menjadi 6.820 kasus. RUU Pencegahan Kekerasan Seksual penting untuk segera disahkan.
Ady Thea DA
Presiden Jokowi. Foto: RES

Perlindungan anak menjadi salah satu fokus perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam rapat terbatas di kantor Presiden di Jakarta, Kamis (9/1/2020), Presiden Jokowi mencatat jumlah kasus kekerasan pada anak meningkat signifikan periode 2015-2016 dari 1.975 menjadi 6.820 kasus. Mengacu data yang dihimpun Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), bentuk kekerasan itu antara lain seksual, emosional, fisik dan penelantaran.

 

“Beranjak dari data itu, saya yakin fenomena kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang selama ini tidak pernah terlaporkan dan hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan,” kata Jokowi sebagaimana dilansir setkab.go.id. Baca Juga: PP Penyelenggaraan Koordinasi Perlindungan Anak Terbit, Begini Isinya

 

Penanganan kasus kekerasan anak, Jokowi menekankan sedikitnya 3 hal. Pertama, memprioritaskan pencegahan kekerasan dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Aksi pencegahan ini melalui berbagai model kampanye, sosialisasi, dan edukasi publik yang menarik dan memunculkan kepedulian sosial.

 

“Bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan dalam kasus kekerasan terhadap anak yakni seksual, psikis, dan fisik,” kata Presiden.

 

Kedua, membenahi sistem pelaporan dan layanan pengaduan kekerasan terhadap anak. Presiden Jokowi menegaskan korban, keluarga, dan masyarakat secara umum harus mengetahui kemana melapor, mengontak nomor layanan yang mudah diakses, dan mendapat respon cepat.

 

Ketiga, Presiden Jokowi memerintahkan dilakukan reformasi besar-besaran pada manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap anak agar dapat diproses cepat, terintegrasi, dan komprehensif. “Bila perlu one stop services mulai dari layanan pengaduan, pendampingan, dan mendapatkan layanan kesehatan,” lanjutnya.

 

Presiden juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang memberikan efek jera, terutama kasus pedofilia dan kekerasan seksual pada anak. Kemudian perlu dilakukan pendampingan dan bantuan hukum, layanan rehabilitasi sosial, dan reintegrasi sosial.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua