Kamis, 16 Januari 2020

Usut Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Bantuan Dua Lembaga Ini

Kejagung secara resmi telah mengirimkan surat ke OJK dan PPATK.
Rofiq Hidayat
Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Foto: ilustrasi (Sgp)

Setelah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan gagal bayar polis nasabah asuransi Jiwasraya, Kejaksaan Agung (Kejagung) melaporkan telah menggeledah ratusan tempat. Dari hasil pengeledehan ini diperoleh sejumlah berkas dokumen, aset, data tersimpan di informasi teknologi (IT) untuk digandakan sebagai barang bukti dalam persidangan.

 

“Tim penyidik telah menggeledah beberapa tempat. Ini sebanyak 115 tempat kami lakukan penggeledahan dan menyita aset, serta kami juga mengkloning apa yang kami dapat dalam informasi teknologi,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Gedung Parlemen, Kamis (16/1/2020).

 

Dia menerangkan dari ratusan tempat itu, diantaranya PT Trada Alam Mineral; PT  Pol Advista Aset Manajemen; PT Milenium Manajemen Finansial Aset Manajemen. Penyidik Kejagung telah melayangkan surat permohonan ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelurusi transaksi mencurigakan terhadap pihak internal atau eksternal PT Asuransi Jiwasraya.

 

Permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah dilayangkan agar dilakukan pemeriksaan audit forensik dalam penyidikan kasus yang diduga merugikan keuangan negara Rp13,7 triliun ini. “Berbagai surat dan dokumen lain hasil sitaan, penyidik menganalisanya. Harapannya, agar kasus Jiwasraya terang benderang termasuk mencari pihak-pihak yang dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” kata Burhanuddin.

 

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Togarisman mengatakan penggeledahan di sejumlah tempat untuk mengumpulkan barang bukti, dokumen, dan lain-lain guna menguatkan nilai pembuktian di pengadilan. “Penyidik saat ini sedang menelusuri alat bukti elektronik yang ada. Jaksa Agung tapi sampaikan kita juga mengkloning IT yang di tempat kami geledah,” kata dia. Baca Juga: Upaya Pemerintah Menyehatkan Jiwasraya Demi Nasabah

 

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau ini melanjutkan strategi pengungkapan kasus Jiwasraya ini banyak hal yang dilakukan dalam proses penyidikan. Hanya saja, Togarisman enggan membocorkan langkah dan strategi yang sedang dilakukan. “Maaf tidak kami sampaikan secara terbuka, karena itu adalah strategi kami menangani perkara ini,” katanya.

 

Soal kemungkinan Kejagung menetapkan tersangka baru, Togarisman tak menampik kemungkinan ada tersangka baru setelah melakukan kajian, gelar perkara. Dia menegaskan penetapan tersangka baru bergantung hasil pengembangan perkara dalam penyidikan oleh penyidik.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua