Kamis, 23 Januari 2020

Cegah Penyalahgunaan SIM Card, BRTI Ingatkan Prinsip Know Your Customer

Kejahatan SIM swap fraud dinilai umum terjadi di berbagai negara dan informasi yang didapatkan pelaku adalah rekening perbankan korban melalui pencurian kartu SIM.
M. Agus Yozami
Ilustrator: BAS

Kasus yang dialami konsumen, yakni wartawan senior Ilham Bintang terkait tindak kejahatan pencurian nomor kartu subscriber identity module (SIM) ponsel dan pembobolan uang di rekening bank mengundang perhatian regulator. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengeluarkan surat edaran kepada operator telekomunikasi dalam penanganan pergantian SIM Card.

 

Dalam surat itu, BRTI mengingatkan dan menegaskan kembali prinsip ‘Know Your Customer’ untuk mencegah penyalagunaan nomor SIM Card. "Kominfo bersama BRTI akan mengecek kembali Standar Operational Procedure (SOP) dari pergantian SIM card yang telah dilakukan oleh masing-masing operator seluler," jelas Wakil Ketua BRTI, Semuel Abrijani Pangerapan, seperti dilansir situs Kemenkominfo, Rabu (22/1). 

 

Semuel yang juga menjabat Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, mengatakan pengecekan identitas pelanggan jasa operator seluler biasanya dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari pemberian pertanyaan yang hanya diketahui konsumen bersangkutan.  

 

"Seperti memastikan nomor yang sering dihubungi hingga total tagihan terakhir yang dibayarkan pelanggan tersebut. Know your customer bisa banyak cara, orang ini benar atau nggak dari di cek identitasnya. Kita juga ingin semua operator mereview kembali apakah ada lubang-lubang yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tadi karena banyak metodenya,” ujarnya.

 

Anggota BRTI I. Ketut Prihadi menambahkan pihaknya telah mewajibkan operator telekomunikasi agar menjalankan SOP untuk proses penggantian kartu dengan baik dan benar. Dia mengimbau agar prosedur prinsip ‘Know Your Customer’ tidak terlewat.

 

“Berarti kita benar-benar harus mengetahui siapa pelanggannya, kita harus mengetahui apakah dia benar pemilik data yang ada di operator, bukan hanya data yang benar, tapi dia punya hak atau tidak untuk menggunakan data tersebut,” jelasnya.

 

Ketut Prihadi menambahkan, prinsip ‘saya adalah saya’ juga ditekankan kepada operator seluler dalam surat edaran yang dikeluarkan berkaca dari kasus sebelumnya. Meskipun demikian, ia mengakui adanya keinginan pelanggan dilayani dengan cepat, sedang proses verifikasi membutuhkan waktu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua