Jumat, 24 January 2020

Rencana Kenaikan Tarif Ojol Berisiko Bebankan Konsumen

Kemenhub diingatkan tidak hanya mempertimbangkan kepentingan pengemudi ojol, tetapi perlu memerhatikan kepentingan pelayanan bagi konsumen, khususnya dari aspek keamanan berkendara.
Mochamad Januar Rizki
Ilustrator: BAS

Kementerian Perhubungan berencana kembali menaikkan tarif ojek online (ojol) dalam waktu dekat. Rencana tersebut dilakukan setelah ada pertemuan dari para pihak termasuk aplikator sebelumnya. Kenaikan tarif ini menimbulkan penolakan dari masyarakat sebagai konsumen karena semakin membebankan biaya transportasi.

 

Salah satu penolakan kenaikan tarif tersebut disampaikan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menyatakan pemerintah seharusnya tidak menaikkan lagi tarif tersebut karena baru saja telah ada kenaikan signifikan pada September 2019.

 

Besaran kenaikan kenaikan tersebut yakni Rp 2.500/km untuk batas atas, dan Rp 2.000/km untuk batas bawah, dan tarif minimal Rp 8.000-10.000 untuk jarak minimal. Formulasi tarif tersebut sudah mencerminkan tarif yang sebenarnya, sesuai dengan biaya pokok, plus margin profit yang wajar.

 

Kemudian, dia juga menjelaskan jika saat ini pengemudi merasa pendapatannya rendah hal ini karena banyaknya tarif promo yang diberikan oleh pihak ketiga seperti  perusahaan pembayaran digital. Meski promo tersebut tidak dilarang, tetapi Tulus mengatakan tidak dapat melewati ketentuan tarif batas bawah. 

 

“Hal ini (promo) yang seharusnya diintervensi Kemenhub, bukan melulu kenaikan tarif,” jelas Tulus, Jumat (24/1).

 

Terkait pelayanan setelah kenaikan September 2019, Tulus juga mengatakan belum pernah ada peninjauan kembali dari pemerintah terhadap pelayanan ojol. Menurutnya, kondisi ini menandakan Kemenhub hanya mempertimbangkan kepentingan pengemudi ojol saja untuk kenaikan tarif, tetapi tidak memerhatikan kepentingan pelayanan bagi konsumen, khususnya dari aspek keamanan berkendara.

 

“Padahal ojol sebagai ranmor (kendaraan bermotor) roda dua sangat rawan dari sisi safety. Dari sisi yang lain, perilaku driver ojol juga tidak ada bedanya dengan perilaku ojek pangkalan, yang suka ngetem sembarangan, sehingga memicu kemacetan,” jelas Tulus.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua