Selasa, 28 Januari 2020

Relaksasi Izin Lingkungan Hidup Lewat Omnibus Law Dinilai Tak Tepat

Seharusnya jika omnibus law meng-addres soal proses maka bukan instrumen enviromental safeguard-nya yang dihapus.
Moh. Dani Pratama Huzaini
Ilustrasi: HGW

Pemerintah menyatakan jika Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bertujuan untuk mempercepat proses perizinan untuk mendukung investasi dan pembangunan dengan menyederhanakan peraturan perizinan dan menghilangkan barier yang ada dalam proses perizinan.

 

Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) melihat potensi kemungkinan kelemahan dalam perencanaan omnibus law. Salah satu kelemahan tersebut adalah dinegasikannya aspek perlindungan lingkungan hidup. 

 

Menurut rancangan omnibus law cipta lapangan kerja yang sempat beredar, pemerintah akan mengubah paradigma izin berusaha dari pendekatan berbasis izin menjadi pendekatan berbasis risiko. Selain itu, akan dihapus sejumlah izin dan persyaratan yang dianggap dapat menghambat investasi. 

 

ICEL menilai lingkungan hidup dianggap sebagai salah satu risiko dalam perizinan berusaha. Sebagai konsekuensinya, pengaturan terkait perlindungan lingkungan hidup tampaknya menjadi target utama yang ingin diubah dan disederhanakan. ICEL mengidentifikasi sejumlah perubahan terkait lingkungan hidup yang akan diatur dalam omnibus law cipta lapangan kerja. 

 

Pertama, menggolongkan persyaratan izin usaha/kegiatan berdasarkan risiko terhadap kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan menjadi usaha yang berisiko rendah, menengah dan tinggi. Untuk usaha yang berisiko rendah, hanya perlu pendaftaran. 

 

Sementara usaha yang berisiko menengah perlu izin usaha dan studi dampak lingkungan berupa pengisian dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL-UPL) yang dibuat standarnya oleh pemerintah.

 

Kemudian untuk kegiatan usaha dengan risiko tinggi, perlu izin usaha dan studi dampak lingkungan serupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan kerangka acuan yang dibuat standarnya oleh pemerintah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua