Rabu, 12 Pebruari 2020

Tiga Hal Baru yang Akan Diterapkan dalam Munas III PERADI SAI

Dalam Munas ke III ini pertanggungjawaban keuangan akan dilakukan secara terbuka.
Moh. Dani Pratama Huzaini
Ketua Umum PERADI SAI Juniver Girsang. Foto: RES

Menjelang diselenggarakannya Musyawarah Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia III (PERADI SAI), Ketua Umum PERADI SAI Juniver Girsang mengajak seluruh potensi-potensi terbaik untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PERADI ke depan. Hal ini disampaikan Junivert disela-sela acara penandatanganan kerjasama sama antara PERADI dengan Hukumonline.

 

Pada kesempatan tersebut, Juniver menjanjikan sejumlah hal baru yang akan diterapkan dalam Munas ke III PERADI kali ini. Hal baru yang pertama, menurut Juniver pihaknya akan menjadi yang pertama kalinya menerapkan mekanisme one person one vote (opov) dalam pemilihan ketua umum PERADI. 

 

Dengan begitu, Juniver menjanjikan partisipasi seluruh anggota dengan menyalurkan hak suaranya dalam pemilihan Ketua Umum PERADI pada Munas mendatang. “Ini adalah Munas pertama advokat menggunakan sistem One person One vote,” ungkap Juniver kepada hukumonline, Kamis (6/2), di Kantor DPN PERADI.

 

Menurut Juniver, dengan mekanisme opov ini tidak ada potensi rekayasa dalam pemilihan Ketua Umum PERADI mendatang. Ia membandingkan hal ini dengan sistem perwakilan yang menurutnya tidak lebih baik dari sistem opov. Menurut Juniver, sistem perwakilan bisa mengakibatkan lemahnya proses demokrasi di tubuh PERADI.

 

“Tapi kalau One person One vote itu murni demokrasi. Kita terapkan kita mulai dari PERADI kita, rekan organisasi lain boleh mengikuti,” ujar Juniver.

 

Ia menambahkan, mekanisme perwakilan hanya akan menimbulkan kesan dominasi sebagian pihak terhadap suara yang dimiliki anggota. Hal ini mengurangi prinsip egaliter. Untuk itu, dengan menggunakan mekanisme opov, siapapun anggota PERADI dipandang mampu dan bisa melaksanakan pemilihan dan mengemban tugas sebagai Ketua Umum. 

 

“Sekarang adalah bagaimana anda tampil, meyakinkan sehingga dipercaya dan dipilih. Dan ini harus kita biasakan. Presiden aja udah opov masak organisasi advokat yang katanya diisi tokoh-tokoh demokrasi tidak bisa melakukan opov,” urai Juniver.

 

Hal kedua yang dijanjikan pertama kali diterapkan dalam Munas PERADI kali ini adalah menggunakan teknologi elektronik dalam pemilihan Ketua Umum. Juniver menyebutkan persiapan menuju ke sana sedang dilaksanakan. Seluruh anggota PERADI dapat menggunakan teknologi elektronik voting sehingga tidak lagi menggunakan sistem manual. 

 

Menurut Juniver, dengan diterapkannya mekanisme ini, tidak terdapat kemungkinan terjadinya manipulasi baik dalam proses pemilihan maupun oenghitungan hasil. Ia melanjutkan, sebenarnya hal ini sudah bisa diterapkan sejak lama dalam pemilihan Ketua Umum PERADI, hanya persoalan kemauan saja yang masih rendah sehingga tidak terealisasi.

 

“Harapannya dengan munas ini ke depan akan lebih baik lagi. Sistem yang diterapkan,” ujar Juniver.

 

(Baca: PERADI Suara Advokat Indonesia Siap Perkuat Kapasitas Personel)

 

Hingga saat ini, Juniver mengakui sebanyak 2.500 orang anggota PERADI yang telah mendaftar sebagai pemilik suara. Harapannya seluruh pemilik suara dapat berpartisipasi dan merasakan secara langsung manfaat dari proses demokrasi di tubuh PERADI.

 

Sementara untuk calon, hingga saat ini belum ada yang mendaftar akan diri. Fenomena ini menurut Juniver merupakan suatu hal yang biasa terjadi. Namun dia meyakini menjelang hari pelaksanaan Munas, pihak-pihak yang ingin berkontestasi akan mendaftarkan diri.

 

“Siapapun yang mencalonkan diri tidak kita halangi. Silahkan saja biarkan floor yang memilih memberikan suara. Mereka yang akan melihat  siapa yang bisa memimpin,” ujar Juniver.

 

Sementara hal baru ketiga yang akan diterapkan dalam Munas ini adalah pertanggungjawaban. Junivert menjanjikan dalam Munas ke III ini pertanggung jawaban keuangan akan dilakukan secara terbuka. Jika selama ini pertanggung jawaban keuangan dianggap sesuatu yang tabu, maka dalam Munas mendatang pihaknya akan menyampaikan secara terbuka.

 

“Kepemimpinan kami akan dibuka berapa pendapatan, berapa penggunaan, berapa sisa. Dan itu milik anggota dan milik organisasi. Tidak boleh milik perseorangan. Saya katakan buka,” tegasnya.

 

Melalui Munas PERADI ke III ini, Juniver berharap Advokat mampu menjaga soliditas dan solidaritas. Selain itu, dengan diterapkan sejumlah hal baru, advokat dapat lebih meningkatkan kualitas dan mutunya. Menurut Juniver, selama ini masyarakat memandang rendah kualitas advokat akibat adanya sebagian kalangan yang tidak menjalankan profesi secara baik.

 

Munas ke III PERADI SAI mendatang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Februari. Dengan mengangkat tema advokat dan era revolusi industri 4.0, PERADI berharap agar anggotanya meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi agar tidak ketinggalan dengan pesatnya perkembangan teknologi. Munas ini akan dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol.

 

“Di sana kita sampaikan kepada advokat harus melek IT karena di pengadilan sudah mulai menggunakan IT kemudian informasi juga banyak mengandalkan IT kita harapkan advokat juga bisa,” pungkas Juniver.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua