Rabu, 12 Pebruari 2020

Pesan Ketum Peradi-SAI Saat Penyumpahan Advokat Baru

Ketua DPN Peradi-SAI mengingatkan advokat untuk profesional dan menjunjung tinggi kehormatan profesi. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta mengingatkan advokat untuk melek perkembangan hukum dan teknologi.
Ady Thea DA
Suasana pengambilan sumpah advokat. Foto: RES (ilustrasi).

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia-Suara Advokat Indonesia (DPN Peradi-SAI) menyelenggarakan acara pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji advokat di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (12/2/2020). Kegiatan ini diikuti 90 peserta calon advokat baru yang berdomisili di Jakarta.

 

Ketua Umum (Ketum) DPN Peradi-SAI Juniver Girsang menitip pesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi profesionalitas dan kehormatan dalam menjalankan profesinya sebagai advokat. “Jadilah advokat yang profesional, menghargai, dan menghormati profesi,” kata Juniver.

 

Dalam kesempatan ini, Juniver mengingatkan para peserta yang notabene advokat baru dapat berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional Peradi-SAI yang akan digelar akhir Februari ini. Anggota Peradi-SAI bebas untuk memilih calon yang diyakini mampu membawa Peradi menjadi lebih baik. Mekanisme pemungutan suara yang akan digunakan dalam pemilihan itu adalah one person one vote.  

 

“Seluruh anggota Peradi (SAI, red) berhak memilih calon ketua umum karena tidak ada lagi sistem perwakilan,” ujarnya.

 

Melalui mekanisme pemilihan calon ketua umum Peradi-SAI ini, Juniver berharap akan lahir pemimpin bangsa dari kalangan advokat. Dia mencatat sekitar 75 persen pemimpin di dunia berlatar belakang advokat. “Advokat disini jadi menteri, malah ada yang dipenjara karena tidak menjunjung tinggi kehormatan (profesi advokat, red) dan demokrasi,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui, DPN Peradi-SAI ini dikomandoi oleh Juniver Girsang sebagai ketua umum periode 2015-2020. Harry Ponto adalah Sekjen pertama Peradi-SAI yang kini menjabat wakil ketua umum Peradi-SAI dan Sekjen Peradi-SAI dijabat Hasanuddin Nasution. Sedangkan, Ketua Komite Bantuan Hukum DPN Peradi-SAI dijabat Patra M. Zen. Baca Juga: Empat Nama Calon Ketua Umum Peradi-SAI Jelang Munas III

 

Nah, kebetulan empat pengurus DPN Peradi-SAI periode 2015-2020 itu bakal bertarung menjadi calon kuat Ketua Umum Peradi-SAI periode 2020-2025 dalam Munas Peradi-SAI yang digelar pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020 mendatang di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Keempat nama calon ketua umum Peradi-SAI itu diusulkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serang, DPC Bengkulu, DPC Denpasar melalui sistem one lawyer one vote.

 

Mengikuti perkembangan teknologi

Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Sunaryo mengingatkan setiap orang berhak mendapat keadilan dan kesamaan di hadapan hukum. Advokat merupakan profesi terhormat (officium nobile). Salah satu unsur penegak hukum yang mengabdi pada bangsa, memberikan pelayanan hukum dan menjunjung tinggi HAM. Kebebasan advokat dibatasi oleh kode etik dan peraturan perundang-undangan. Selain menguasai hukum formil dan materil, advokat juga harus mengikuti perkembangan hukum dan teknologi.

 

“Advokat harus terus mengembangkan diri, mengikuti perkembangan hukum dan teknologi yang terus berkembang di masyarakat,” pesan Sunaryo.

 

Sunaryo mengingatkan advokat perlu menguasai teknologi informasi karena sekarang dunia peradilan masuk era sistem e-court dan e-litigasi. Melalui sistem itu pengajuan gugatan, jawaban, sampai kesimpulan dilakukan secara elektronik. Kebijakan ini diterbitkan oleh Mahkamah Agung (MA) dalam rangka mewujudkan peradilan sederhana, cepat, dan berbiaya ringan.

 

Ketua DPC Peradi-SAI Jakarta Selatan Sahat M Tamba menambahkan ada syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji advokat ini, salah satunya telah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat. Kegiatan pengangkatan advokat dan pengambilan sumpah/janji advokat tahun 2020 ini diikuti oleh 90 peserta yang berdomisili di Jakarta dengan mayoritas peserta laki-laki.

 

“Kami berharap peserta yang telah diangkat menjadi advokat ini dapat memberikan pelayanan hukum terbaik bagi rakyat,” harapnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua