Senin, 17 February 2020

Catat! Ini Waktu Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Ketiga PERADI

 

Sementara Ketua Umum PERADI, Fauzie Yusuf Hasibuan, mengungkapkan pihaknya dalam Munas mendatang juga menggunakan mekanisme one man one vote. Hanya saja, untuk memudahkan proses dan perjalanan Munas, Fauzie mengakui jumlah anggota PERADI yang sekitar 50.000-an tersebut tidak memungkinkan untuk dikumpulkan pada satu tempat ketika Munas berlangsung.

 

Kalau dikumpulkan semua orang, dimana mau dilaksanakanya? Stadion pun tidak bisa menampung,” tegas Fauzie.

 

Menurut Fauzie, pihaknya menggunakan mekanisme OMOV sejak tahap Rapat Anggota Cabang berlangsung. Dengan begitu, anggota cabang dapat menggunakan suaranya dalam memilih perwakilan yang akan hadir maupun ikut berkontestasi dalam pemilihan Ketua Umum. Dengan kata lain, pada saat pemilihan Ketua Umum di tingkat Munas, telah terpilih perwakillan dari tiap-tiap cabang yang akan memilih Ketua Umum.

 

“OMOV itu sebuah kaidah yang sudah dilakukan sejak lama. OMOV itu memang hak semua anggota PERADI yang secara hak dia dilakukan dalam proses pemilihan representatif atau wakil dia dalam melaksanakan Munas. Jadi sistem perwakilan itu dilakukan dengan OMOV ditingkat cabang. Jadi OMOV sudah dilaksanakan sejak dulu tapi kita laksanakan di tingkat cabang,” terang Fauzie.

 

Saat ditanya terkait wacana wadah tunggal, Fauzie menerangkan konteks dari wadah tunggal sebagaimana yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003. Menurut Fauzie, hingga hari ini pun sebenarnya wadah tunggal organisasi advokat masih tetap berlaku. Hal itu diimplementasikan lewat keberadaan organisasi PERADI hingga saat ini, sebagaimana yang disebut dalam UU Advokat.

 

“Jadi PERADI itu sama sekali tidak ada perpecahan. Yang pecah itu pengurusnya. PERADI punya kewenangan sebagaimana yang diperintahkan oleh UU,” ungkap fauzie.

 

“Jadi kalau ada yang mengatakan multi bar itu di luar konteks UU. Katanya ada beberapa pengurus (PERADI), nah itu soal pengurusnya. Hanya persoalan sekarang ada yang tidak konsen terkait kelanjutan terhadap single bar itu sehingga terjadi berbagai persoalan yang harus diperbaiki pada periode yang akan datang,” tambah Fauzie. 

 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua