Selasa, 18 February 2020

Implementasi Deferred Prosecution Agreement di Indonesia dalam Sejumlah Kasus

 

“Asas legalitas itu memiliki fungsi melindungi tapi juga fungsi instrumental, negara diberi kewenangan terhadap pelaku tindak pidana, tapi negara juga harus mengontrol aparat penegak hukum karena sedikit banyak pasti bersinggungan dengan HAM,” terang Eddy.

 

Dalam konteks pidana khusus, Eddy membagi adanya pidana internal yang telah diatur dalam sejumlah undang-undang yang mengatur tentang pidana dan adanya pidana eksternal yang pada pokoknya bukan merupakan UU Pidana, namun mengatur sejumlah ketentuan pidana.

 

Ia mencontohkan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika. UU Narkotika menurut Eddy bukanlah UU Pidana, namun di dalamnya ikut mengatur sejumlah ketentuan pidana. “Meskipun setiap hari kita lihat banyak orang yang diproses,” ujar Eddy.

 

Pembagian antara pidana khusus internal dan eksternal ini memiliki konsekuensi. Menurut Eddy, jika suatu tindakan merupakan pidana khusus internal maka dia akan bersifat premium remedium. Hal ini akan berbeda dengan pidana khusus eksternal yang bersifat administratif, ultimum remedium, dan mengandung prinsip Una Via Principle. Terkait prinsip ini, menurut Eddy, jika pemulihan ekonomi sudah dipenuhi maka tertutup kemungkinan penegakan hukum secara pidana.

 

Perubahan Paradigma

Eddy mengungkapkan tentang perubahan paradigma penegakan hukum pidana di era modern. Dilihat dari perspektif para pihak, Eddy mengatakan adanya konsep keadilan korektif yang menitikberatkan kepada pelaku, kemudian keadilan rehabilitatif yang menitikberatkan kepada korban, dan keadilan restoratif yang menaruh perhatian kepada keduanya. 

 

Menurut Eddy, sudah barang tentu paradigma ini membawa konsekuensi tersendiri dalam penegakan hukum pidana terutama pidana khusus. Ia mencontohkan penegakan hukum korupsi. Eddy mengacu kepada tujuan pemberantasan korupsi yang diatur dalam United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

 

Menurut Eddy, tujuan pemberantasan korupsi dalam UNCAC untuk memberantas korupsi secara efektif dan efisien; asset recovery; dan terbangunnya kerjasama internasional. Tidak ada satupun tujuan untuk menghukum pelaku seberat-beratnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua