Selasa, 18 Pebruari 2020

Mempersiapkan Potensi Diri dan Karier Melalui DOLC 2020

​​​​​​​Perkembangan bisnis membuka kesempatan besar bagi para sarjana hukum untuk berkarier dan meningkatkan potensi diri.
CT-CAT
(Dari kiri ke kanan) Hendrik Silalahi (Waketum Bidang IV ILUNI FHUI), Adelle Dorothy (Project Officer), Ashoya Ratam (Ketua ILUNI FHUI), Kriswijoyo S (Divisi Mahasiswa & Alumni FHUI) dan Anisa Yusha (Plt BEM FHUI) dalam Pembukaan Days Of Law Career 2020. Foto: ILUNI FHUI

Kebutuhan akan tenaga profesional maupun ahli di bidang hukum sudah menjadi keniscayaan. Atas dasar itu, Departemen Pengembangan Karier BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2019 kembali mengadakan Days of Law Career (DOLC) di Kuningan City Ballroom, Jakarta, pada 13-15 Februari lalu.

 

Program rutin bertema ‘Prelude to a Greater Scope—Awal dari Hal-hal yang Lebih Besar’ ini bertujuan untuk membuka gerbang informasi bagi mahasiswa dan lulusan hukum di seluruh Indonesia dalam memahami peluang kerja di bidang hukum. Melalui acara ini, para peserta juga diarahkan untuk menggali minat dan kemampuan, agar nantinya dapat menemukan pekerjaan yang sesuai.

 

Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI), Ashoya Ratam mengatakan, DOLC menjadi sarana baik bagi mahasiswa dalam mempersiapkan potensi diri dan karier. Dalam DOLC terdapat serangkaian kegiatan, seperti sharing dengan para alumni, workshop dengan beberapa firma hukum, job fair, hingga walk in interview.

 

“Semakin banyak diperlukan tenaga atau ahli di bidang hukum yang profesional dan tangguh sebagai bagian integral dari setiap transaksi bisnis maupun lembaga; atau instansi pemerintah yang akumulasinya menggerakan roda ekonomi. Dengan tagline ‘Seize Your Opportunity’, kami ingin mengajak para peserta untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan DOLC,” kata Ashoya.

 

Setelah menyelesaikan dunia akademis, lanjut Ashooya, sebagian besar lulusan hukum akan segera memasuki dunia kerja. Bahkan, ada juga yang melanjutkan studi ke strata dua (S2). Terkait hal ini, Ashoya memberikan tips dan trik bagi mahasiswa yang ingin memupuk karier sejak awal.

 

Pertama, mencanangkan visi-misi ke depan. Kedua, menentukan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Ketiga, mengeksplorasi kemampuan, kelebihan, dan kekurangan. Keempat, mempersiapkan diri untuk berkompetisi secara positif. Kelima, tekun dan memperkuat ketahanan bekerja. Keenam, mengasah kemampuan leadership dan team work. Dan terakhir, mempersiapkan kebahagiaan diri maupun orang lain.

 

Sebagaimana diketahui, zaman terus berubah. Dari tahun ke tahun, sektor-sektor kehidupan manusia terus berkembang dan memperbarui diri. Tidak terkecuali, sektor ekonomi-bisnis baik di Indonesia maupun secara global. Dalam situasi di mana pertumbuhan ekonomi melahirkan kesempatan baru serta persaingan pasar yang semakin ketat, diperlukan tatanan regulasi yang tepat sebagai acuan dasar yang mengatur cara masyarakat bertransaksi. Acuan inilah yang kemudian dapat digunakan pemerintah dalam menata negara, melalui lembaga atau institusi yang ada; serta menjadi pijakan bagi lembaga non-pemerintah lainnya.

 

Pun itu sebabnya, menjadi salah satu pilar penopang pembangunan sebuah negara, praktik ekonomi-bisnis dan hukum sebenarnya saling berkelindan. Bagaimanapun, kemajuan ekonomi sebuah negara tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kesejahteraan maupun keadilan bagi masyarakat.

 

Di sinilah ada ruang yang terbuka lebar bagi para sarjana hukum untuk berkarier dan meningkatkan potensi diri. Sebagai contoh, transaksi bisnis yang semakin kompleks, tentu membutuhkan praktisi hukum berkompeten yang mampu menangani kompleksitas dunia usaha. So, saatnya Anda menentukan karier dan mengembangkan potensi diri!

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI)

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua