Minggu, 23 Pebruari 2020

Pesan Mendalam bagi Advokat Muda di UPA 2020

Tidak hanya kompetensi ilmu hukum, para advokat juga harus menjaga kode etik profesi dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat.
Mohamad Januar Rizki
Jajaran pengurus DPN PERADI saat pelaksanaan Ujian Profesi Advokat (UPA) 2020. Foto: Istimewa

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA) 2020 secara serentak di 37 provinsi pada Sabtu (22/2). Jumlah peserta ujian yang tercatat kali ini mencapai 4.884 orang dengan Jakarta menjadi wilayah peserta terbanyak. Ujian ini merupakan syarat bagi para sarjana hukum yang ingin menjadi advokat sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) huruf f UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan menyatakan besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan pentingnya profesi advokat dalam dunia hukum di Indonesia. Selain itu, jumlah peserta juga membuktikan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Peradi sebagai penyelenggara yang melahirkan advokat-advokat profesional.

 

“Lulus ujian adalah salah satu syarat untuk dapat diangkat menjadi advokat oleh Peradi dan kemudian diambil sumpah oleh Pengadilan Tinggi setempat. Selanjutnya, bagi peserta yang lulus ujian diwajibkan mengurus segala persyaratan yang ditentukan UU Advokat untuk ditindaklanjuti Peradi dengan melakukan pengangkatan dan permohonan untuk bersumpah kepada Pengadilan Tinggi,” jelas Fauzie saat dijumpai di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

 

(Baca juga: 10 Kabar Seru dari Advokat dan Notaris dan Notaris Indonesia Tahun 2019)

 

Fauzie menyampaikan pesan bagi advokat muda tersebut untuk mampu menerapkaan ilmu hukum yang dikuasai dalam menjalankan profesinya. Menurutnya, perkembangan ilmu hukum telah berkembang pesat seiring kemajuan teknologi sehingga menjadi sangat dinamis. Dia menjelaskan saat ini telah diterapkan sistem berbasis informasi teknologi (IT) dalam peradilan.

 

“Tata cara pelaksanaannya (persidangan) sudah menggunakan pendekatan IT  tidak gunakan kertas lagi. Setiap anggota (Peradi) sudah kita lakukan pendekatan program dengan meningkatkan kemampuan untuk melakukan‎ respons agar kantor-kantor advokat di Indonesia ini melek pada Sistem IT sehingga tidak ketinggalan soal IT. Harapannya (advokat) tidak gaptek (gagap teknologi),” jelas Fauzie.

 

Dalam kempatan sama, Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Mualimin Abdi menyatakan penting bagi advokat muda untuk mengikuti perkembangan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Dia mencontohkan pembahasan Revisi UU Kitab Hukum Pidana (KUHP) dan Rancangan UU (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah diserahkan Pemerintah ke DPR. Menurutnya, RUU Omnibus Law akan berdampak signifikan terhadap perundang-undangan di Indonesia.

 

(Baca juga: Mencari Jalan Membumikan Pemahaman Hukum di Indonesia Butuh Anak Muda)

 

Ia memberi contoh lain, kemungkinan pengesahan RUU KUHP. Perubahan fundamental dalam RUU ini perlu diikuti advokat muda. “Mungkin sarjana hukum yang sekarang mereka baca dan paham itu tapi kalau RUU KUHP disahkan maka pola berpikirnya harus diubah. Lalu ada Omnibus Law sehingga advokat harus paham itu karena banyak UU yang pasalnya ditarik lewat Omnibus Law. Advokat harus paham itu karena advokat bidangnya bukan hanya perdata atau pidana tapi juga harus paham investasi dan ketenagakerjaan,” jelas Mualim.

 

Tidak hanya dari sisi kompentensi ilmu hukum, Mualim juga menekankan pentingnya bagi advokat muda untuk menjunjung tinggi etika profesi. Menurutnya, profesi advokat yang mulia dan terhormat (officium nobile) harus dijaga agar dapat melindungi masyarakat.

 

“Saat PKPA juga diajarkan kode etik. Sekarang jaman sudah berubah, sehingga advokat-advokat itu harus berubah juga cara berpikir dan memahami sesuatu. Advokat itu dalam berkarir harus menjaga etika, jaga profesinya karena advokat itu profesi officium nobile maka harus dijaga kode etik profesinya,” pesan Mualim.

 

Sehubungan sanksi, Peradi menyatakan akan bertindak tegas terhadap advokat pelanggar kode etik tersebut. Sanksi tersebut bisa berupa pencabutan status anggota hingga pelarangan dalam menjalankan tugasnya sebagai advokat.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua