Senin, 24 February 2020

Jelang Munas ke III, PERADI SAI Sosialisasi Tata Cara Pendaftaran Peserta

Rekapitulasi jumlah suara akan terpampang secara langsung (real time) pada layar besar (LED screen) yang disediakan oleh panitia.
Moh. Dani Pratama Huzaini
PERADI SAI mengadakan jumpa pers terkait persiapan Munas ke III yang akan diselenggarakan pada 28 Februari-1 Maret 2020. Foto: DAN

Selang empat hari pelaksanaan Musyawarah Nasional ke III, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Suara Advokat Indonesia terus mematangkan persiapan pelaksanaan Munas. Munas yang akan diselenggarakan pada 28 Februari-1 Maret 2020 di Ancol tersebut akan mengusung tema Advokat Pada Era Industri 4.0. 

 

Munas ini akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggunakan hak suaranya secara langsung (One Person One Vote) dalam pemilihan Ketua Umum PERADI 2020-2025. Ketua Pelaksana Munas Ke III PERADI SAI, Patricia Lestari kepada wartawan mengatakan, pihaknya memprediksi jumlah peserta Munas yang akan hadir sebanyak 1000 orang.

 

“Peserta yang sudah mendaftar 700 orang dari 45 DPC,” terang Patricia saat jumpa pers, Senin (24/2), di Kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI SAI, Jakarta.

 

Ia memaparkan pendaftaran peserta Munas ke III dapat dilakukan dengan mengunduh formulir peserta Munas III pada laman peradi.org. Menurut Patricia, peserta yang telah melakukan pendaftaran akan menerima id card yang dilengkapi barcode. 

 

Patricia menambahkan, nantinya bagi peserta yang telah memiliki id card tidak akan lagi mengantre ketika dilakukan registrasi ulang. Cukup dengan hanya menempelkan id card yang dimiliki ke barcode scanner yang telah disediakan oleh OC. “Masuk ke area tinggal scan barcode untuk melihat data dari cabang mana,” terang Patricia. 

 

Kemudahan yang sama juga dapat dirasakan pada saat pelaksanaan pemilihan Ketua Umum yang merupakan puncak acara Munas ke III PERADI ini. Patricia menjelaskan setiap peserta akan menggunakan hak suaranya secara e voting serentak dengan menggunakan Handphone masing-masing atau tablet yang disediakan oleh OC.

 

(Baca: Pesan Ketum Peradi-SAI Saat Penyumpahan Advokat Baru)

 

E-voting ini dinilai akan menjadikan proses pemilihan serta hasilnya menjadi efisien, transparan, dan akurat. Rekapitulasi jumlah suara akan terpampang secara langsung (real time) pada layar besar (LED screen) yang disediakan oleh panitia. 

 

Patricia menyebutkan untuk mengantisipasi adanya peserta kongres yang belum memahami tata cara penggunaan mekanisme e voting ini, pihaknya akan kembali menyosialisasikan tata caranya pada saat hari pelaksanaan. 

 

Hal ini untuk mengurangi terjadinya kendala teknis terkait penggunaan teknologi oleh peserta dan juga demi memperlancar jalannya proses Munas berlangsung. Jika terjadi kendala terkait tata cara oleh peserta, akan ada panitia yang bisa membantu secara langsung untuk memperbaiki kendala tersebut. 

 

Selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada sinyal atau jaringan handphone, Patricia menyebutkan pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah tang diperlukan.

 

“Apabila sinyal lemah maka peserta dapat melakukan voting dengan menggunakan TAB yang tersambung dengan perangkat komputer panitia pelaksana sehingga proses pemilihan dapat tetap berlangsung,” ujar Patricia.

 

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kegiatan Munas III ini akan disiarkan secara live streaming, sehingga dapat disaksikan melalui media internet dan diikuti melalui platform facebook dan YouTube.

 

Siaran langsung ini dimaksudkan untuk memberitakan kepada anggota PERADI SAI yang berhalangan hadir maupun masyarakat luas agar dapat mengikuti jalannya Munas ke III PERADI SAI secara utuh.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua