Selasa, 25 Pebruari 2020

Pentingnya Digital Forensic Bagi Korporasi

Untuk memudahkan perusahaan mencari adanya kecurangan yang dilakukan oknum tertentu.
Aji Prasetyo
Amien Sunaryadi. Foto: ABE

Jejak digital itu kejam, begitulah kira-kira para pengguna media sosial mengatakannya. Ungkapan itu ternyata bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi memang benar adanya. Jejak digital bukan hanya berguna bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana, tapi juga berguna bagi korporasi.

 

Amien Sunaryadi, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini menjadi Head of Forensic & Fraud Investigation Practice di Kantor Hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP) mengatakan, mencari jejak digital memang bisa dilakukan untuk mencari adanya kesalahan atau kecurangan dalam sebuah perusahaan. Tapi, tak sembarang orang bisa melakukan hal itu, hanya ada segelintir saja yang bisa mencari jejak digital melalui metode digital forensic.

 

Bersama dengan akuntansi forensik (forensic accounting) dan analisis data (data analytics), digital forensic menjadi salah satu cara agar korporasi bisa mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan oleh pegawai perusahaan maupun direksi. Khusus untuk digital forensic, ia memberi suatu contoh kasus yang pernah terjadi.

 

Ketika itu sebuah perusahaan memberi kepercayaan pada suatu vendor untuk mengerjakan sebuah proyek. Kemudian dikirimlah beberapa orang perwakilan perusahaan untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perjanjian dalam jangka waktu satu pekan.

 

Namun tiba-tiba ada keluhan dari vendor kepada perusahaan yang menyebut pengawas itu menyusahkan vendor yang belakangan ada informasi pengawas itu meminta disewakan resort mewah berikut transportasinya di lokasi tertentu. Padahal, para pengawas yang dikirim memberi laporan pekerjaan vendor sudah sesuai dengan kriteria dan perjanjian. Atas perbedaan kedua laporan ini perusahaan pun melakukan investigasi dengan menyewa auditor swasta.

 

Untuk mencari bukti, perusahaan pun meminta agar seluruh karyawan dari divisi pengawasan tersebut meninggalkan komputer jinjing (laptop) dengan alasan akan ada pembaharuan perangkat lunak (update software) serta memeriksa telepon genggam para pengawas yang notabene merupakan pemberian perusahaan. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, ada surat elektronik berkaitan dengan penawaran berpergian ke sebuah resort dan juga foto resort dengan tanggal yang sesuai pada saat mereka melakukan pengawasan.

 

“Jadi dalam sepekan itu hanya hari Senin saja mereka melakukan pengawasan, tapi Selasa, Rabu, Kamis mereka pergi ke resort dan hanya meninggalkan pengawas junior. Jumat mereka di lapangan lagi, dan Sabtu kan mereka sudah pulang,” kata Amien di Jakarta, Senin (24/2).

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua