Kamis, 27 February 2020

PPATK Waspadai Aliran Uang Pilkada Serentak 2020

Dalam momen Pilkada terdapat risiko-risiko pelanggaran hukum seperti politik uang dengan tindakan uang mahar, sumbangan kampanye hingga memberi imbalan kepada pemilih.
Mochamad Januar Rizki
Ilustrasi: BAS

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 270 daerah akan berlangsung pada tahun ini. Momen tersebut mendapat perhatian khusus Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) karena besarnya perputaran uang. Sehingga, risiko pencucian uang dan pelanggaran hukum pemilu berisiko terjadi menjelang hingga akhir Pilkada.

 

Wakil Kepala PPATK, Dian Ediana Rae menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga pengawas lainnya seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran hukum terkait Pilkada.

 

Dian mengatakan terdapat rekomendasi PPATK kepada para lembaga pengawas tersebut berupa perbaikan sistem pengawasan Pilkada. Salah satu rekomendasi PPATK yaitu perbaikan pengawasan pada rekening khusus peserta pemilu.

 

Menurut Dian, penggunaan rekening khusus tersebut tidak berjalan sehingga aliran uang para peserta pemilu tidak melalui rekening tersebut. Hal ini menandakan terhadap aliran uang yang tidak tercatat sehingga menyulitkan pengawasan.

 

“PPATK koordinasi dengan Bawaslu, KPU dengan berkirim surat apa-apa yang harus disempurnakan misalnya rekening khusus dana kampanye. Berdasarkan hasil kita sebelumnya gerakan uang justru tidak di situ (rekening) banyak di luar. Sehingga kita meminta semua ada perbaikan terkait data seperti penggunaan bank apa, tim suksesnya siapa saja dan rekning siapa-siapa saja,” jelas Dian saat dijumpai di Pusdiklat PPATK, Depok, Jawa Barat, Kamis (27/2).

 

Dian melanjutkan dalam momen Pilkada tersebut terdapat risiko-risiko pelanggaran hukum seperti politik uang dengan tindakan uang mahar, sumbangan kampanye hingga memberi imbalan kepada pemilih.

 

Menurut Dian, pelanggaran tersebut dapat diindikasikan saat ada dana masuk dan keluar dalam jumlah besar ke rekening tersebut. “Penggunaan dan sumber uang itu bisa kita detect apakah ini sumbangan berasal dari luar negeri atau melebihi batas,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua