Sabtu, 29 February 2020

Kunjungan Imran Nating Cs dan Rencana Pencalonan Sebagai Ketua Umum PERADI

DPC PERADI Jakpus mengusung tiga nama calon ketua umum yakni Imran Nating, Ricardo Simanjuntak dan Charles Silalahi melalui mekanisme voting.
RED
Imran Nating (tengah), Direktur Konten dan Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim (ketiga dari kiri) dan Pemimpin Redaksi Hukumonline Fathan Qorib (batik putih) saat berfoto di kantor Hukumonline, Jumat (28/2). Foto: HOL

Advokat Imran Nating, Taufik Riyadi dan beberapa anggota dari DPC PERADI Jakarta Selatan mengunjungi kantor Hukumonline, Jumat (28/2). Dalam kunjungan tersebut, Imran menceritakan di balik keinginannya maju dalam Musyawarah Nasional (Munas) PERADI III di Surabaya pada 30-31 Maret mendatang.

 

Kunjungan tersebut diterima Direktur konten dan Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim, Pemimpin Redaksi Hukumonline Fathan Qorib. Dalam kunjungannya, Imran menuturkan, pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum DPN PERADI untuk meramaikan ruang demokrasi di tubuh organisasi PERADI dan menyatukan organisasi yang sudah terpecah menjadi tiga. Menurutnya, keutuhan organisasi PERADI sangat penting demi perbaikan kualitas dari advokat itu sendiri.

 

Ia mengakui, pencalonan dirinya masih harus menghadapi sejumlah tantangan. Hingga kini, dia sudah diusung oleh DPC PERADI Jaksel dan DPC PERADI Jakpus. Namun Imran meyakini, bahwa aturan yang menyebutkan bahwa calon ketua umum harus minimal diusung lima DPC dapat ia peroleh.

 

Untuk diketahui, pada pekan lalu, Rapat Anggota Cabang (RAT) DPC PERADI Jakpus menunjuk tiga nama calon ketua umum yang dapat mengikuti Munas PERADI ke-III di Surabaya. Ketiga nama calon ketua umum tersebut adalah Imran Nating, Ricardo Simanjuntak dan Charles Silalahi.

 

Penunjukan tersebut bermula dari surat panggilan DPN PERADI mengenai Munas ke-III. Terhadap surat tersebut, DPC PERADI Jakpus menyelenggarakan RAC dengan dua agenda, yakni penentuan utusan DPC PERADI Jakpus yang akan menghadiri Munas dan penentuan nama calon ketua umum yang didukung DPC PERADI Jakpus.

 

Untuk agenda pertama, peserta RAC menyepakati secara mufakat bahwa penentuan utusan DPC PERADI Jakpus untuk menghadiri Munas PERADI III diserahkan kepada pimpinan DPC PERADI Jakpus dengan kriteria yang ditetapkan oleh pengurus DPC PERADI Jakpus. Sedangkan agenda kedua pengambilan keputusannya berjalan dinamis.

 

Meskipun tidak berhasil mencapai mufakat, pengambilan keputusan melalui voting dilakukan secara demokratis sesuai dengan Pasal 43 jo. 39 Anggaran Dasar (AD) PERADI. Sesuai Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) AD PERADI, setiap DPC berhak untuk mengajukan sebanyak-banyaknya tiga orang calon ketua umum yang dipilih melalui RAC.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua