Senin, 09 March 2020

Lewat Pembekalan Advokat, DPC Peradi Palembang Ingin Cetak Advokat Berkualitas

Usai menyelenggarakan Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pengurus DPC, DPC Peradi Palembang menggelar Pembekalan Advokat bertema ‘Wadah Tunggal Advokat Terbukti Mampu Meningkatkan Kualitas Advokat dan Eksistensi Organisasi Advokat’.
CT-CAT
Ketua Dewan Pembina Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan dalam acara Pembekalan Advokat. Foto: istimewa.

Usai menyelenggarakan Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pengurus DPC, DPC Peradi Palembang menggelar Pembekalan Advokat bertema ‘Wadah Tunggal Advokat Terbukti Mampu Dapat Meningkatkan Kualitas Advokat dan Eksistensi Organisasi Advokat’.  Pembekalan ini khusus ditujukan bagi para advokat muda yang telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Pengadilan Tinggi Palembang. Acara tersebut dihadiri oleh dua narasumber, yakni Ketua Dewan Pembina Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan dan Ketua Umum Peradi, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, dan dipandu oleh moderator—Dr. H. Darmadi Djufri.

 

Ketua Umum Peradi, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan mengatakan, dalam menjalankan profesinya, seorang advokat harus berpegang pada prinsip iktikad baik. Adapun yang dimaksud dengan iktikad baik di sini adalah kejujuran. “Seorang profesional selalu bekerja berdasarkan hati nuraninya yang jujur. Nah, kejujuran itulah yang dimaksud iktikad baik,” ujar dia.

 

Acara pembekalan sendiri berlangsung sangat aktif, di mana terjadi proses tanya-jawab yang dinamis antara para peserta advokat baru dan kedua narasumber. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan berpesan kepada 120 advokat yang baru dilantik agar tidak dipengaruhi motif lain selain untuk tegaknya hukum ketika menangani suatu perkara.

 

Otto pun beranggapan, untuk melahirkan advokat berkualitas—diperlukan organisasi advokat bersistem single bar. “Jadi, organisasi advokat itu bisa mengatur standarisasi profesi advokat yang sama kualitasnya. Jika banyak organisasi advokat bisa mengangkat advokat, advokat tidak memiliki kualitas yang sama karena mungkin standarisasinya berbeda,” kata dia.

 

Peluncuran Website DPC Peradi Palembang

Sebelumnya, DPC Peradi Palembang juga mengadakan ‘Peluncuran dan Perkenalan Website DPC Peradi Palembang’. Lebih lanjut, situs ini akan berisi segala informasi dan kegiatan terkait DPC Peradi Palembang. Adapun dari keseluruhan 133 DPC di bawah kepemimpinan DPN Peradi, website DPC Palembang menjadi salah satu dari tiga website yang aktif.

 

“Dengan bangga, hari ini saya memperkenalkan website DPC Peradi Palembang yang berisi segala kegiatan dan informasi yang berkaitan dengan DPC Peradi Palembang.  Jadi, mulai sekarang, akan sangat mudah untuk mengetahui segala hal dan kegiatan DPC Peradi Palembang. Silakan klik dan buka website kami, di sana kami akan selalu meng-update segala kegiatan dan informasinya, ungkap Ketua DPC Peradi Palembang, Hajah Nurmalah.

 








Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).  


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua