Kamis, 12 Maret 2020

Kuasai 5 Hal Ini Agar Jadi In House Counsel Andalan Perusahaan

Tidak cukup hanya menguasai kemahiran bidang hukum. Lulusan Fakultas Hukum Harus ditunjang berbagai keterampilan lain.
Norman Edwin Elnizar
Bimbingan fresh graduare bersama in house counsel di hukumonline. Foto: HOL

In house counsel (penasehat hukum) di perusahaan memang memiliki jam kerja yang lebih terukur dibandingkan koleganya di law firm. Namun tak berarti pekerjaannya jauh lebih ringan. Tetap saja ada tantangan tersendiri untuk menekuni karier ini. “Kalau ada yang bilang in house counsel itu santai, mohon maaf, nggak juga,” kata Seradesy Sumardi, VP Head of Legal Lazada E-Logistics Indonesia. Ia berbagi pengalamannya di acara ‘Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum’, Kamis (5/4) lalu.

Tidak hanya sendiri, ia hadir bersama empat koleganya. Mereka semua bergabung dalam Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA). Masing-masing adalah Erlangga Gaffar-Senior Legal Counsel PT Vale Indonesia Tbk., Dian Rizky Amelia Bakara-Senior Legal Manager SOHO Global Health, Ingkan Simanjuntak-Associate General Counsel Facebook Indonesia, dan Irma Yunita-Corporate Secretary&VP Legal Telkomtelstra.

(Baca juga: Tips dan Trik Meniti Karir dalam Dunia Hukum Bagi Fresh Graduate).

Nah, berminat meniti karier cemerlang seperti mereka? Pastikan bisa melakukan berbagai hal berikut ini dengan baik.

1. Keterampilan Hukum

Sudah pasti in house counsel berurusan dengan banyak dokumen hukum dan transaksi. Kemampuan yang harus dimiliki antara lain riset tentang regulasi, uji tuntas kepatuhan hukum, merancang kontrak, memberikan pendapat hukum, hingga melakukan negosiasi atau bahkan litigasi ke pengadilan.

Secara sederhana fungsinya adalah penasehat hukum sekaligus petugas kepatuhan. Segala urusan hukum perusahaan dari yang paling kecil hingga besar bisa mampir ke meja in house counsel. “Mulai dari yang paling cemen, maintenance tanaman kantor sampai ada office boy demo itu saya urus juga,” kata Ingkan berbagi pengalamannya.

Sebagian besar perusahaan merekrut in house counsel pada level manajemen menengah. Erlangga menjelaskan alasannya karena urusan hukum bukan inti dari bisnis di perusahaan. Merekrut orang yang sudah terlatih jauh lebih efektif dan efisien. Hanya beberapa industri misalnya perbankan yang merekrut tim hukum dari level pemula.

Oleh sebab itu Irma menganjurkan fresh graduate mencicipi karier corporate lawyer di firma hukum sebelum menjadi in house counsel. “Saya sarankan mulai dulu dari law firm, akan lebih siap masuk ke corporate, sudah well trained dan banyak tahu,” katanya yang pernah bergabung di salah satu firma hukum besar Indonesia, Lubis Gani Surowidjojo (LGS).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua