Kamis, 19 Maret 2020

Terkait Virus Corona, Pelaku Usaha Dilarang Ekspor Masker dan Hand Sanitizer

 

Jika pasca himbauan tersebut masih ada pelaku usaha ‘nakal’ yang tetap melanggar aturan, maka Veri menegaskan pemerintah akan memberi sanksi administrasi, mulai sanksi peringatan hingga pencabutan izin usaha.

 

(Baca: Transaksi Digital Salah Satu Upaya Pencegahan Virus Corona)

 

“Apabila masih menemukan pelanggaran setelah itu, kami dapat memberikan sankssi berupa sanksi administrasi yakni peringatan dan pencabutan izin. Jadi dengan penerbitan aturan itu, apabila masih melakukan ekspor dan masyarakat membutuhkan kami dapat mengambill tindakan dan Polri akan melakukan pengawasan terhadap pelaku yang melakukan penimbunan. Perkembangan akan terus di update,” imbuhnya.

 

Relaksasi Impor Bawang

Sementara itu terkait kebutuhan bahan pangan pokok, Agus menyebut gula pasir, bawang putih dan bawang putih saat ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena stok yang terbatas.

 

Agus menyampaikan, untuk harga gula pasir mengalami kenaikan hingga 20 persen, sedangkan harga bawang putih masih cukup tinggi dibandingkan dari harga normal yang saat ini berada di harga Rp42 ribu per kilo sedangkan kenaikan harga bawang bombai mencapai 100 persen.

 

Guna mengantisipasi kelangkaan dan menjaga stok khususnya bawang putih dan bawang bombai yang bergantung pada impor, Agus mengatakan pemerintah memutuskan untuk membebaskan persetujuan impor terhitung mulai hari ini, Kamis (19/3).

 

“Berkaitan dengan makin meningkatnya harga bawang putih dan bawang bombai maka pada hari ini saya memberlakukan, dengan situasi kondisi virus dan menjaga kondisi stok, akan membebaskan persetujuan impor untuk komoditas bawang putih dan bawang bombai,” katanya.

 

Di samping itu, pemerintah juga memberlakukan pembatasan pembelian bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan dan sebagainya. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya spekulan dan menjaga agar supply dan demand tetap terjaga. Untuk itu, Agus berharap agar masyarakat tidak panik dan membeli kebutuhan bahan pangan pokok secara wajar dan sesuai kebutuhan

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua